Kota Malang
Raperda Penyelenggaraan Kearsipan Disepakati Seluruh Fraksi hingga Wali Kota Malang

Memontum Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, menghadiri rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Kamis (27/01/2022). Dalam pelaksanaannya, paripurna ini membahas tentang empat agenda.
Pertama, penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Malang, tentang penyelenggaraan kearsipan. Kedua, pengambilan keputusan DPRD. Ketiga, penyampaian pendapat akhir Wali Kota Malang. Keempat, penandatangan keputusan DPRD.
Dalam sidang paripurna ini, enam fraksi yang ada melalui juru bicaranya masing-masing diantaranya Fraksi PDI-Perjuangan, Fraksi PKB, Fraksi PKS, Fraksi Gerindra, Fraksi Golkar-Nasdem-PSI dan Fraksi Damai (Demokrat – PAN – Perindo), menyepakati dan menyetujui rancangan Perda Kearsipan.
Wali Kota Sutiaji dalam paripurna itu mengucapkan rasa terimakasihnya kepada DPRD Kota Malang atas kerja dan kinerja yang dilakukannya. “Pendapat akhir kami setuju. Selanjutnya kami mohon seluruh OPD terkait mempersiapkan diri. Supaya, turunan Perda ini segera dilaksanakan,” kata Sutiaji.
Baca juga :
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
- Tahun Pertama Kepemimpinan Mas Dhito di Periode Dua, Berhasil Kuatkan Layanan Publik hingga Resmikan MPP
- THR ASN Belum Pasti Cair Awal Ramadan, Pemkot Malang Tunggu Dana Transfer Pusat
- Tiket KA Angkutan Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan dan Telah Terjual 31 Persen
Dirinya juga mengatakan, bahwa pendapat akhir dari beberapa fraksi yang ada tadi, juga bisa dirasa penting. Oleh karenanya, Sutiaji meminta untuk segera ditindaklanjuti. Bahwa saat ini, fungsi kearsipan dan kemanfaatan arsip dirasa jauh lebih baik. “Sesuatu yang Haq (baik) tetapi tidak tertata akan kalah dengan yang batil (jelek) tetapi tertata dengan baik,” imbuh alumni Pondok Pesantren Tambakberas Jombang tersebut.
Sutiaji juga menegaskan supaya Perda yang ada ini segera dilaksanakan. “Apa artinya kita punya regulasi tapi implementasi di lapangan masih nol,” tambahnya.
Orang nomor satu di pemerintahan Kota Malang ini juga menjelaskan bahwa sejatinya pembangunan kearsipan sudah ada dalam APBD 2022. “Ini yang menjadi konsen kami memang. Tata laksana pemerintahan, salah satunya diperlukan dokumen atau lebih spesifik yakni kearsipan. Nantinya arsip yang ada akan berbentuk hardfile maupun softfile atau digitalilasi,” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, menyatakan bahwa dirinya berharap seluruh fraksi menyepakati Raperda Kearsipan ini. “Sudah disepakati bersama. Selanjutnya mengenai juklak dan juknis lewat Perwal akan kami serahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Malang,” ujar I Made Riandiana Kartika. (cw1/gie)
















