Pasuruan

Ribuan Anak di Pasuruan Tampil Menawan di Puncak Peringatan HAN 2026

Diterbitkan

-

CANTIK: Salah satu peserta yang turut memeriahkan HAN. (pemkab for memontum)

Memontum Pasuruan – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo serta Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, menyaksikan kemeriahan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke 42 tahun 2026 di Kabupaten Pasuruan, yang berlangsung di Lapangan Yonkav 8 Beji, Kamis (23/07/2026) tadi. Dalam momen itu, ribuan anak-anak dari kelompok bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Pasuruan, menunjukan penampilan terbaiknya dengan tampil menawan.

Pelaksanaan sendiri, diawali dari lomba finger painting, yang kemudian dilanjutkan tari anak massal yang diikuti oleh 70 anak KB dan 10 anak TK. Selain itu, juga ada Parade Budaya Kabupaten Pasuruan oleh anak-anak KB, TK dan RA perwakilan dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, hingga tampilan pentas seni ajang kreativitas anak hebat, seperti drama inklusi dari TK Al Ghozali Prigen, permainan tradisional dari TKN Pembina, menyanyi duet TK Al Wardah Pandaan, gerak dan lagu KB sampai pencak silat dari TK Ummatul Wahidah Bangil.

Seluruh atraksi dan persembahan anak-anak kecil tersebut, mendapat aplus dan bangga Bupati Rusdi Sutejo. “Terima kasih kepada semua yang berperan pada hari ini. Adik-adik yang menampilkan tarian yang bagus dan lucu, para wali murid dan guru saya ucapkan terima kasih banyak,” kata Bupati Pasuruan.

Baca juga :

Advertisement

Dalam sambutannya, Bupati Rusdi menegaskan bahwa peringatan HAN tahun 2026 sangat tepat untuk dijadikan momentum bersama, khususnya bagi para orang tua agar mampu mengarahkan anak terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih. “Tantangan kita sebagai orang tua di jaman sekarang ini luar biasa. Dulu anak di rumah, kita awasi selesai. Namun sekarang ini, kita harus lebih intens mengawasi anak-anak kita, apalagi dengan smartphone, anak kecil sekarang sudah cerdas,” tegasnya.

Bupati Rusdi menilai, penggunaan gawai (smartphone) tanpa pengawasan yang ketat dinilai menjadi salah satu pemicu utama menurunnya semangat belajar serta terganggunya tumbuh kembang anak secara psikologis. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau para orang tua untuk membatasi durasi penggunaan ponsel pada anak secara tegas di rumah.

“Terkadang ketika anak-anak lihat Youtube, kalau tidak diawasi ada konten yang tidak sesuai, harus dijaga. Sebab usia dini itu usia krusial, terutama orang tua jangan hanya memasrahkan pendidikan pada guru di sekolah. Yang terpenting, pendidikan terbaik adalah contoh dari orang tua sendiri,” imbuhnya. (kom/puj/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas