Kota Malang
100 Kasus Suspek Campak Muncul di Kota Malang, Dinkes Intensifkan Pemantauan

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada sekitar 100 kasus suspek campak yang tersebar di seluruh wilayah Kota Malang hingga Maret 2026. Meskipun, hingga saat ini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa jumlah suspek campak yang tersebut tersebar di seluruh 16 puskesmas yang ada di Kota Malang. “Kalau suspek ada, tetapi yang terkonfirmasi masih belum ada. Suspek dari seluruh faskes, terutama puskesmas, kami kumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Husnul, Sabtu (04/04/2026) tadi.
Husnul menjelaskan, sampel dari pasien suspek terlebih dahulu diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi campak, sampel akan kembali dikirim ke laboratorium rujukan nasional di Jakarta untuk konfirmasi akhir.
Baca juga :
Meski muncul sejumlah kasus suspek, Dinkes Kota Malang memastikan tenaga kesehatan tetap menjalankan standar perlindungan diri saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dasar seperti masker, sarung tangan, serta hand scrub telah diterapkan di fasilitas layanan kesehatan.
“Tenaga kesehatan tetap menggunakan masker, sarung tangan, dan menjaga kebersihan tangan. Untuk APD lengkap seperti saat pandemi Covid-19 belum digunakan, tetapi stoknya tersedia cukup di puskesmas,” tuturnya.
Dalam hal ini, Dinkes Kota Malang terus melakukan pemantauan dan kewaspadaan dini guna mencegah potensi penyebaran campak, sekaligus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seluruh kasus suspek yang ada. “Masyarakat juga kami imbau untuk tetap menjaga imunisasi anak sesuai jadwal, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai ruam, sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit campak,” imbuh Husnul. (rsy/sit)










