Banyuwangi

2025 Nilai Ekspor Tembus Rp 3,9 Triliun, Pemkab Banyuwangi Terus Dorong Produk Unggulan

Diterbitkan

-

EKSPOR: Bupati Ipuk saat momen pemberangkatan produk ekspor dari Banyuwangi.

Memontum Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong produk-produk unggulan Kabupaten Banyuwangi bisa dipasarkan di mancanegara. Itu karena di sepanjang tahun 2025, nilai ekspor dari ujung timur Pulau Jawa ini menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp 3,9 triliun.

Sekedar diketahui, capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024, yang tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,3 triliun. Secara persentase, kenaikan nilai ekspor Banyuwangi mencapai 18,33 persen.

Bupati Ipuk mengatakan, bahwa produk-produk asal Banyuwangi kini telah menembus pasar global di berbagai belahan dunia. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” kata Bupati Ipuk, Minggu (17/01/2026) tadi.

Baca juga :

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan komoditas yang diekspor sangat beragam dan mencakup 27 produk unggulan. Diantaranya, seperti ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.

Nanin menjelaskan, komoditas dengan nilai ekspor terbesar masih didominasi produk perikanan, khususnya ikan kaleng. Salah satu eksportir utamanya adalah Pacific Harvest, perusahaan pengolahan ikan yang beroperasi di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

“Pengirimannya berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali kirim bisa puluhan ton. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 40 kontainer per hari,” jelasnya.

Ke depan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor dengan memperkuat ekosistem industri, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk. “Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah untuk menanamkan modal di Banyuwangi, seiring dengan ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung dan iklim usaha yang semakin kondusif,” terang Nanin. (kom/bwi/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas