Jember

Tubuh Parni, Warga Lojejer, Penuh Benjolan Aneh

Diterbitkan

-

Tubuh Parni, Warga Lojejer, Penuh Benjolan Aneh

Kesulitan Punya KTP, Tak Tersentuh BPJS

 
Memontum Jember — Pak Parni alias Bethu (49) menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya yang dipenuhi benjolan. Ini dialaminya sejak dirinya masih bujang sekitar umur 20 tahun. Parahnya sampai hari ini, benjolan itu makin banyak memenuhi tubuhnya.

“Adik ipar saya mengalami benjolan di seluruh tubuh. Awalnya di kaki sebelah kiri. Saat itu sekitar tahun 1987, tapi masih satu benjolannya. Namun setiap tahun benjolannya selalu bertambah. Hingga saat ini, seluruh badannya dipenuhi benjolan. Mulai dari ukuran kecil hingga ukuran bola pingpong,” kata Suwardi saat ditemui wartawan di rumahnya, Kamis (21/12/2017).

Pak Parni menuturkan, jika benjolan di tubuhnya itu setiap saat terasa gatal. Atas derita yang menimpanya, dia hanya bisa pasrah dengan penyakit yang dialami.

“Setiap saat pasti gatal, terutama pada benjolan yang kecil-kecil ini. Dulu awalnya sedikit benjolan di tubuh. Tidak tahu kenapa sampai sekarang mulai tumbuh dan tambah banyak,” ucap Pak Parni memelas.

Advertisement

Sementara menurut Suwardi, kakak iparnya Pak Parni warga Dusun Glintingan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, itu sehari-harinya menemani ibunya Bu Kasmi (79) yang sudah tua renta. Untuk bekerja dia sudah tidak bisa. Karena sudah tidak kuat akibat penyakit yang dideritanya. Bahkan dulu saat masih satu benjolan sempat dibawa ke RS Soebandi Patrang-Jember.

“Namun hasil dari pengobatan atau operasi benjolan di kakinya, malah membuat adik saya (Pak Parni) sempat lumpuh. Itu akibat pengobatan dan dia tidak bisa bekerja lagi. Sehingga sampai sekarang kami tidak berani lagi mengobati secara medis, apalagi biayanya juga besar,” terang Suwardi.

Suwardi juga menambahkan, di rumah ini Pak Parni hanya tinggal sama ibu mertua. Dulunya yang mencari nafkah Pak Parni. Karena sekarang tidak bisa bekerja, untuk kesehariannya hanya dapat belas kasih dari saudara dan tetangga.

“Untuk makan sehari-hari di dapat dari saudaranya. Terkadang didapat dari belas kasih tetangga. Karena di rumah ini tidak ada yang bekerja, sudah tidak kuat,” imbuhnya.

Advertisement

Sedangkan Ketua RW setempat, Saiful Huda, juga mengatakan penyakit yang dialami Pak Parni, sejak usia masih muda. Sehingga sampai sekarang dia belum menikah, “Kalau masih muda dulu, kerjanya semangat sekali, dan pekerjaannya selalu berat-berat. Seperti mencangkul, cari rumput, kadang mengairi sawah dengan diesel. Dia bekerja ke petani yang punya sawah,” ucapnya.

Huda sembari bercerita, mungkin penyakit kulitnya akibat kerja berat yang dia alami. Karena informasi dari keluarganya, bila sudah bekerja berat benjolan selalu bertambah. Sedangkan untuk identitas diri Pak Parni yang tinggal berdua sama ibunya tidak punya.

“Nanti saya usahakan agar Pak Parni dengan ibunya memiliki identitas diri (KTP–red). Jadi apabila di butuhkan untuk pengobatan lebih enak. Saya juga berharap kepada pemerintah terkait agar bisa membantu mengobati penyakit yang dialami warga saya,” harapnya. (Lum/yan)

Advertisement
Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas