Kabar Desa
PPKM Darurat, PKL di Wilayah PPP Mayangan Bersih

Memontum Probolinggo – Kepala UPT PPP Mayangan Probolinggo, Siswanto, sepakat untuk menutup sementara waktu wilayah Pelabuhan Perikanan Probolinggo, bagi pengunjung. Langkah ini, sebagai bentuk untuk mendukung penetapan PPKM Darurat Jawa Bali, hingga 20 Juli 2021 mendatang.
“Kami mengajak semua pihak untuk mendukung keputusan pemerintah tentang pemberlakuan PPKM mikro darurat Jawa Bali ini,” katanya.
Baca juga:
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan
- TMMD Ke-127 Kediri, Dansatgas Beri Khutbah Jamaah Salat Jumat di Desa Gadungan
- Sidang Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar, Uang Hasil Kejahatan untuk Gaya Hidup dan Dugem
Perkembangan paparan Covid-19 di Indonesia, tambahnya, trendnya naik. Hampir di semua kabupaten atau kota di Jawa dan Bali, tak terkecuali di Kota Probolinggo. “Hampir semua rumah sakit sudah mulai menolak pasien. Faktanya, akhir-akhir ini banyak yang meninggal,” ujarnya, Kamis (15/07) tadi.
Dari kondisi itulah, tambahnya, beberapa langkah ini diambil. Tujuannya, untuk menghindari penyebaran Covid-19. Khususnya, di wilayah Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Probolinggo.
Untuk memastikan tidak ada aktivitas, di PPP Mayangan, pintu masuk akan dijaga oleh petugas. Sehingga, untuk di dalam akan steril. Termasuk, PKL yang berjualan di dalam area pelabuhan perikanan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pedagang, pelaku usaha di wilayah Pelabuhan Perikanan Mayangan, secara umum atas kebijakan yang dikeluarkan. Kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan bersama,” katanya. (geo/sit)
















