Jember
Penghuni Lapas Jember Gelar Sholat Gaib Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Memontum Jember – Pasca kebakaran yang membawa korban tewas warga binaan di Lapas Tangerang, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember menggelar sholat gaib.
Sholat gaib digelar di masjid yang berada di dalam Lapas diikuti ratusan jamaah yang berasal dari warga binaan.
Baca Juga:
- PMI Jember Siapkan Ribuan Tumbler untuk Pendonor di Bulan Ramadan
- Seminar Nasional, Bupati Fawait Tegaskan Kopi Jember Identitas Budaya dan Ekonomi
- Perkuat Akses Layanan Kesehatan, Bupati Jember Minta Masyarakat Tak Ragu Datangi Faskes
Plt Kalapas Jember, Sarwito, saat dihubungi awak media melalui ponselnya mengaku sedang melaksanakan sholat gaib bersama para napi atau warga binaan di lingkungan Lapas yang dipimpinnya.
“Lagi acara sholat gaib sama tahlilan di Lapas Tangerang tadi,” kata Sarwito melalui ponselnya, Kamis (09/09) tadi.
“Kebetulan diadakan pagi hari ini tadi kita mengadakan sholat gaib, yasinan dan tahlil di masjid lapas,” katanya.
Agar kasus serupa tidak terjadi di Lapas Jember, Sarwito mengatakan telah melakukan penguatan jajaran dan warga binaan.
“Kemarin kita tim recek ke dalam ke seluruh blok hunian dalam rangka antisipasi adanya instalasi listrik (di luar) sewajarnya. Kita sudah keliling,” jelasnya.
“Alhamdulillah (tim tidak menemukan aliran listrik tidak wajar) untuk antisipasi (terjadinya penyebab kebakaran),” sambungnya.
Untu memastikan keamanan jaringan kelistrikan pihak Lapas juga sedang berkordinasi dengan pihak PLN.
“Pak Dirjen Lapas juga memerintahkan agar melakukan recek kita juga dan sudah berkordinasi dengan PLN untuk recek lebih lanjutnya, pihak PLN nanti ketempat kita untuk recek jaringan-jaringan instalasi listrik siapa tahu ada pembenahan-pembenahan,” katanya.
Hingga berita ini ditulis dari informasi yang dihimpun, sebanyak 44 orang napi atau warga binaan Lapas Tangerang tewas akibat peristiwa kebakaran. Lapas Tangerang sendiri saat ini diketahui telah kelebihan kapasitas dan terbakar pada hari Rabu pagi (08/09). Napi yang tewas kebanyakan dari blok khusus narapidana narkoba. Diduga penyebabnya akibat buruknya jaringan kelistrikan Lapas sehingga menyebabkan hubungan arus pendek atau konsleting. (rio/ed2)
















