SEKITAR KITA
Disparpora Bondowoso Latih 20 Orang Calon Guide

Memontum Bondowoso – Dibukanya kembali 26 destinasi wisata di Bondowoso, membuat Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, melakukan pelatihan terhadap 20 calon guide atau pemandu wisata. Dengan pelatihan ini, diharapkan mampu menambah jumlah guide yang ada di Bondowoso, atau sekitar 35 guide.
Kepala Disparpora, Mulyadi SP MM, melalui Kepala Bidang Pariwisata, Arif Setyo Raharjo, mengatakan pelatihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang wisata.
Baca juga:
- Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Dituntut 3 Tahun 10 Bulan
- TMMD Ke-127 Kediri, Dansatgas Beri Khutbah Jamaah Salat Jumat di Desa Gadungan
- Sidang Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar, Uang Hasil Kejahatan untuk Gaya Hidup dan Dugem
“Mereka dilatih untuk menguatkan SDM, hususnya dalam memandu para wisatawan ketika melakukan refereshing ke destinasi wisata di Bondowoso,” kata Arif, sapaannya pada memontum.com, Senin (13/09).
Guide yang belum mempunyai lisensi akan difasilitasi oleh Disparpora setelah mengikuti pelatihan. Yang berwenang mengeluarkan lisensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Ditambahkan, tugas guide itu antara lain, menjelaskan keunggulan destinasi wisata Bondowoso pada tamu dan cara melayani Wisata Mancanegara/Domestik (Wisman/Dom) pada masa pendemi Covid-19 ini.
Dalam kegiatan ini, Disparpora menggandeng Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jatim, Dewan Pimpinan Cabang HPI Bondowoso, Polisi Pariwisata, dan Tenaga Ahli Ijen Geopark.
“Diharapkan dengan ilmu yang ditularkan oleh 4 pemateri tersebut, para guide yang dilatih bisa menambah ilmu dan wawasan dalam bidang kepariwisataan. Sehingga Wisman/Dom yang berkunjung ke Bondowoso merasa pusa, karena dilayani secara profesional,” kata Arif.
Seluruh unsur yang terkait dengan kepariwisataan harus dikuatkan. Mulai dari pengelola, pemandu, hingga masyarakat, untuk meningkatkan kwalitas pelayanan pada pengunjung.
Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan penilaian Ijen Geoprak. Salah satu unsur yang dinilai adalah SDM Pengelola, Pemandu Wisata, dan Masyarakat. (sam/ed2)
















