Kota Malang
Hadiri Konfercab NU Kota Malang, Wali Kota Sutiaji Apresiasi Peran Penting NU

Memontum Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, apresiasi peran penting NU dalam membangun peradaban umat. Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri Pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-14 Nahdlatul Ulama Kota Malang, di Kampus II Universitas Widyagama Malang, Minggu (06/02/2022).
Konfercab PCNU Kota Malang yang bertajuk ‘Memantapkan Peran Nahdatul Ulama Kota Malang dalam Membangun Kemandirian dan Keadaban Umat’ berlangsung sangat meriah. Namun, tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Turut hadir pada kegiatan ini yakni Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, serta beberapa pejabat yang lain.
Wali Kota Malang dalam kesempatan itu mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang. “Sungguh ini gagasan yang luar biasa. Bagaimana NU bisa memantapkan kemandirian umat dan bagaimana NU mengawal persadaban yang saat ini terus berkembang,” kata Sutiaji.
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
Dirinya juga menambahkan, bahwa sejatinya NU merupakan gudangnya, kalau berbicara masalah kemandirian umat dan membangun peradaban. “Tinggal bagaimana membangun sinergitas, kolaborasi, serta akselerasi. InsyaAllah NU akan sangat mampu melakukannya,” imbuhnya.
Sutiaji juga berharap, ke depan perlu memang NU terus menerus membangun asa. “Kita perlu idealisme ketegasan ada yang di NU. Seperti dikatakan, Katib Syuriah NU Jatim akan bagaimana NU bisa menjaga kelestarian bumi ini, ini adalah mimpi kita,” tambahnya.
Sutiaji juga mengharapkan adanya pembenahan-pembenahan untuk kekurangan yang ada. “Jangan lupa berbenah, introspeksi untuk menapaki jalan panjang menuju kemandirian NU mengawal peradaban masyarakat Indonesia,” terangnya. (cw1/sit)
















