Blitar
Dua Pelaku Kasus Penyelundupan Pupuk di Blitar Ditetapkan Tersangka, Seorang Diantaranya Berstatus Anggota Kelompok Tani

Memontum Blitar – Dua pelaku kasus jual beli 6,2 ton pupuk bersubsidi di Kabupaten Blitar, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Blitar. Kedua orang tersebut adalah SP (41), yang mengaku sebagai anggota kelompok tani Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar dan ASB (39), warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.
Kapolres Blitar, AKBP Adhitya Panji Anom, mengatakan bahwa tersangka SP dengan memanfaatkan posisinya sebagai anggota kelompok tani Desa Sumberboto, membeli pupuk bersubsidi untuk dijual kembali ke ASB, warga Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro. “Sebagai anggota kelompok tani,
bukannya dimanfaatkan untuk keperluan anggotanya, namun SP justru menjual lagi pupuk bersubsidi tersebut ke ASB,” kata AKBP Adhitya Panji Anom, Jumat (11/02/2022).
Lebih lanjut Adhitya menyampaikan, pupuk bersubsidi tersebut dibeli SP dengan harga Rp 120 ribu per sak. Kemudian, dijual lagi ke ASB dengan harga Rp 125 ribu per sak.
“Pupuk bersubsidi ini, rencananya akan dijual di daerah Ngawi,” jelasnya.
Adhitya menambahkan, dari tangan SP, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 15 juta. Sedangkan dari tangan ASB, diamankan 1 truk Mitsubishi dengan nomor polisi AG 9583 KA dan 1 truk Mitsubishi dengan nomor polisi AG 9514 PF, serta 6,2 ton pupuk bersubsidi.
Baca juga:
- Miliki 1.572 Siswa, SMAN 2 Kota Malang Masih Belum Terima MBG
- Pastikan Program MBG Jangkau Pesantren, Menko Pangan Tinjau Tiga Sekolah di Kota Malang
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
“Pupuk subsidi 6,2 ton itu, masing-masing 100 sak jenis Urea dan 20 jenis Phonska,” papar Kapolres Blitar.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua unit truk berisi pupuk bersubsidi diamankan petugas Polsek Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada Senin (07/02/2022) malam. Dua truk berisi 6,2 ton pupuk bersubsidi jenis Urea dan Ponska, itu diduga akan diperjual belikan.
Sebelum digiring untuk diamankan petugas, dua unit kendaraan itu sedang melakukan pemindahan pupuk bersubsidi di wilayah Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Dari keterangan sementara, diketahui bahwa pupuk tersebut berasal dari Kecamatan Wonotirto dan akan dikirim ke Ngawi.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar Wawan Widianto, mengatakan jika penyaluran pupuk bersubsidi sudah jelas hanya diperuntukkan bagi anggota kelompok tani. Setiap petani sudah terdata jumlah jatahnya di setiap musim tanam. (jar/sit)
















