Kabupaten Malang
Wabup Malang Lakukan Ngabuburit dengan Talkshow Perjalanan Kopi Malang dan Bedah Buku

Memontum Malang – Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, memanfaatkan waktu ngabuburit dengan menghadiri Talkshow ‘Jejak Perjalanan Kopi Malang’ serta bedah buku ‘Absolutte Coffe’ dengan pengiat Kopi Lokal Malang Raya di Roewang Tamoe Coffee & Space, Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (06/04/2022) tadi.
Wabup Malang mengatakan, bahwa terdapat tata niaga kopi yang perlu diperhatikan dan diperbaiki dari hulu ke hilir. “Kopi saat ini menjadi nilai kebutuhan tren yang memberikan nilai ekonomi yang luar biasa. Bahkan, 15 tahun ke depan, kopi ini masih menjadi media bisnis yang sangat menjanjikan,” kata Didik Gatot Subroto, kepada Memontum.com, Rabu (06/04/2022) selepas Magrib.
Oleh karenanya, lanjut Didik, pemuda kreatif dan penggiat kopi, diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini. “Bagaimana nantinya bisa mempersiapkan tata niaga kopi, agar semakin mempunyai nilai jual yang tinggi,” imbuhnya.
Baca juga :
- Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
- Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih
- Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran
- Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU
- PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan
Didik juga menjelaskan, bahwa brand Kopi Malang, saat ini yang familiar yakni Robusta Dampit. Oleh karenanya, akan ada brand Kopi Kanjuruhan. “Diharapkan nantinya bisa semakin memiliki nilai tawar yang baik serta dapat mengangkat brand Kopi Malang Raya yang lain,” tambahnya.
Wabup Malang juga menuturkan, bahwa saat ini bukan saatnya lagi masyarakat setelah panen menjual gelondongan begitu saja. Namun harus bisa mengolah. “Setelah panen, maka diharapkan kopi bisa diolah terlebih dahulu secara baik, bukan hanya gelondongan saja. Hal tersebut agar nantinya kopi bisa tepat sasaran untuk Kopi di Malang Raya,” ujarnya. (cw1/gie)












