Kabupaten Malang
Penyakit Jantung di Kabupaten Malang Tergolong Tinggi, Kadinkes Imbau Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Memontum Malang – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Mursyidah, menyampaikan bahwa atensi penanganan penyakit jantung sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang melalui Smart Health. Dengan langkah itu, diharapkan penyakit yang tergolong tinggi itu, mampu ditekan dengan baik.
“Smart Health sudah jalan, ke depan akan kita tingkatkan terus. Dengan melakukan olah raga ringan serta kerja sama dengan beberapa elemen, diharapkan langkah-langkah preventif terkait dengan jantung bisa teratasi sampai daerah pinggiran,” kata Mursyidah, Sabtu (03/09/2022) tadi.
Baca juga:
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
Dirinya juga menjelaskan, bahwa setiap hari pihaknya sudah melakukan pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM) Kabupaten Malang. “Setiap hari di Posbindu, dilakukan pemeriksaan tekanan darah tinggi, diabet dan kolesterol. Itu dilakukan, di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Sehingga, deteksi awal bisa terjaring dengan baik,” tambahnya.
Kadinkes Mursyidah juga menjelaskan, bahwa penyakit jantung di Kabupaten Malang, tergolong penyakit dengan jumlah terbanyak kedua, yang wilayah penyebarannya merata di Kabupaten Malang. “Langkah antisipasinya hanya menerapkan pola hidup sehat, mulai dari rutin berolahraga dan makan-makanan sehat,” terangnya. (cw1/gie)















