Kota Malang
Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki di Jalan Lembah Dieng Kota Malang Jadi Bahan Keluhan

Memontum Kota Malang – Kondisi jembatan ambrol yang menuju Vihara Vajra Bumi Kertanegara, di Jalan Lembah Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kota Malang, menuai keluhan salah satu penganut umat beragama Budha. Itu karena, jembatan yang tidak kunjung diperbaiki, membuat akses untuk beribadah menjadi terkendala.
“Kita mohon bantuannya, supaya bisa dibantu segera dibangun,” ujar Hadi, saat dikonfirmasi disela mengikuti forum silaturahmi Forkopimda dan FKUB dengan umat Budha, Kamis (05/01/2023) tadi.
Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam kesempatan itu mengatakan jika pihaknya telah melakukan jemput bola, guna memanggil pengembang agar segera memperbaiki jembatan tersebut. Pihak pengembang sendiri, pun telah menyanggupi untuk melakukan perbaikan sendiri.
“Sudah lama kami lakukan jemput bola. Sudah kita panggil pengembannya dan ada kesediaan dari pihak pengembang untuk membuat jembatan waktu itu,” jelas Wali Kota Sutiaji.
Baca juga :
- Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly
- Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan Perjalanan Penumpang, PT KAI Cek Lintasan
- Jaga Stamina saat Ramadan, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Bijak Konsumsi Vitamin
- Sekda Budiar Dorong Perangkat Daerah Kabupaten Malang Tingkatkan Kualitas Penyusunan LPPD
- Kendalikan Laju Inflasi Ramadan, Diskoperindag Pasuruan Lakukan Operasi Pasar di Ngempit
Hanya saja, tambahnya, hal itu tak kunjung diperbaiki hingga saat ini. Karenanya, terhadap pengembang akan segera dilakukan pemberian teguran. Termasuk, dengan melibatkan lurah dan camat.
Kondisi itu, tambah Sutiaji, akan sebaliknya jika fasilitas umum sudah diserahkan kepada Pemkot Malang. Maka, bisa segera dibenahi.
“Tidak menutup kemungkinan, kalau itu sudah dibolehkan oleh aturan, maka segera dibangun di tahun 2024. Karena di tahun 2023, masih dalam proses pembahasan,” imbuhnya.
Sebagai informasi, jembatan tersebut telah ambrol sejak Mei 2022 lalu. Sementara hingga kini, kondisinya masih ditutup rapat dengan beberapa meterial, seperti kayu dan seng. (rsy/sit)











