Banyuwangi

Raih Predikat Kinerja Tinggi, Tata Kelola Pemerintah Banyuwangi Terima Penghargaan Kemendagri

Diterbitkan

-

PENGHARGAAN: Wamendagri saat menyerahkan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi. (pemkab for memontum)

Memontum Banyuwangi – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah dengan status ‘Kinerja Tinggi’ dalam penilaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Hal ini, tidak lepas dari Pemkab Banyuwangi yang dinilai memiliki kinerja terukur dengan baik selama ini.

Penilaian LPPD ini, merupakan mekanisme tahunan dari Kemendagri untuk mengukur akuntabilitas dan efektivitas kinerja pemerintah daerah. Cakupan evaluasi mencakup beragam aspek, mulai dari pengentasan kemiskinan, pembangunan daerah, layanan pendidikan dan kesehatan, transparansi keuangan, pelestarian lingkungan hidup hingga inovasi daerah yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara penyerahan penghargaan itu, diberikan langsung Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam penyerahan hasil evaluasi LPPD di Balikpapan Sports and Convention Centre (BSCC), Kalimantan Timur, Jumat (25/04/2025) tadi. “Hasil penilaian ini menjadi motivasi kami untuk terus melakukan perbaikan ke depan. Terima kasih kepada pemerintah pusat, Kemendagri dan Pemprov Jatim, yang terus memberikan bimbingan kepada Banyuwangi dalam menjalankan program-program pembangunan,” kata Bupati Ipuk.

Ditambahkannya, bahwa program pembangunan di Banyuwangi, dirancang agar selaras dengan agenda nasional dan kebijakan pemerintah provinsi. Hal ini dilakukan, untuk memastikan program kerja berdampak pada masyarakat serta berkesinambungan dalam pembangunan jangka panjang.

Advertisement

Baca juga :

“Seperti pengentasan kemiskinan yang menjadi prioritas utama Banyuwangi dan juga menjadi priotitas Bapak Presiden Prabowo,” tambah Bupati Ipuk.

Pengentasan kemiskinan dilakukan, ujarnya, dengan melibatkan banyak pihak. Baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehingga kemiskinan di Banyuwangi bisa terus ditekan. Seperti Program Kanggo Riko, bantuan modal usaha rumah tangga miskin terutama untuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Ada juga bantuan alat usaha, perbaikan warung rakyat, bedah rumah, beasiswa untuk anak dari keluarga tidak mampu dan berbagai program lainnya.

Hasilnya persentase penduduk miskin di Banyuwangi turun dari 7,34 persen pada 2023 menjadi 6,54 persen pada 2024. Bahkan, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan dari 0,43 persen menjadi 0,29 persen dalam kurun waktu yang sama.

Tidak hanya itu, sejumlah indikator makro pembangunan lainnya juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi pada 2024 tercatat sebesar 74,30, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 73,79.

Advertisement

“Kita juga mencatat penurunan Indeks Gini sebagai indikator ketimpangan, dari 0,351 pada 2023 menjadi 0,312 pada 2024,” papar Bupati Ipuk. (kom/bwi/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas