Kota Malang

Fenomena Bediding Landa Kota Malang, BMKG Sebut Suhu Dingin Masih dalam Batas Normal

Diterbitkan

-

DINGIN: Ilustrasi bediding akibat suhu dingin. (ist)

Memontum Kota Malang – Beberapa hari terakhir ini suhu udara di Kota Malang lebih dingin dari biasanya. Fenomena itu, dikenal dengan istilah bediding, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), merupakan hal yang wajar terjadi setiap tahun pada periode musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi (Stalkim) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, menyampaikan bahwa suhu dingin ini disebabkan oleh dominasi angin timuran yang bersifat kering dan dingin. Kemudian, ditambah dengan kondisi langit cerah pada malam hari.

“Langit cerah mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer saat malam. Inilah yang menyebabkan suhu terasa lebih dingin atau istilahnya mbediding,” kata Linda, Sabtu (12/07/2025) tadi.

Kondisi ini, menurutnya, merupakan fenomena musiman yang umum terjadi pada bulan Juli hingga September. Terutama di wilayah yang pola hujannya bersifat monsunal seperti Jawa Timur.

Advertisement

“Jadi ini bukan hal ekstrem. Suhunya masih normal, bahkan pernah lebih dingin dari ini di tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Baca juga :

Untuk saat ini, suhu terendah di wilayah Kota Malang masih belum mencatatkan rekor tertinggi. Linda memperkirakan suhu di bulan Agustus berpotensi turun hingga 14-15 derajat Celsius, terutama di dataran tinggi. Namun fenomena ini tidak terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Tergantung topografi dan letak geografisnya. Daerah dengan pola hujan monsunal seperti Jatim lebih cenderung mengalaminya,” ujarnya.

Selain faktor angin dan langit cerah, hujan lokal yang masih terjadi di beberapa wilayah juga turut memperkuat rasa dingin. “Hujan membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan dan menghalangi pemanasan dari sinar matahari,” ucapnya.

Advertisement

Diakhir, Linda juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mewaspadai dampaknya terhadap sektor pertanian dan peternakan. Selain itu, juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi tidak valid atau hoaks terkait cuaca ekstrem.

“Jaga daya tahan tubuh dengan cukup minum air putih dan vitamin. Waspadai juga embun es di dataran tinggi yang bisa berdampak pada tanaman. Sektor peternakan, khususnya unggas, juga rentan terhadap kematian akibat suhu dingin,” imbuh Linda. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas