Kota Malang
Baru Tiga Taman Tersertifikasi Ramah Anak, Pemkot Malang Siapkan Penambahan

Memontum Kota Malang – Dari belasan taman yang memiliki Ruang Bermain Anak (RBA) di Kota Malang, hanya ada tiga yang tersertifikasi ramah anak. Diantaranya, Taman Merbabu, Taman Trunojoyo dan Taman Slamet. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito.
Menurut Donny, dalam sertifikasi taman ramah anak tersebut dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). “Sebenarnya, banyak taman di Kota Malang yang sudah ramah anak. Namun, untuk prosesnya kini tengah dalam tahap pengajuan. Itu karena, kami masih terkendala dengan pendokumentasian,” kata Donny, Kamis (21/08/2025) tadi.
Donny menjelaskan, sejumlah syarat harus dipenuhi, agar sebuah taman bisa mendapat sertifikasi ramah anak. Diantaranya, seperti perencanaan yang berpihak pada anak, adanya pemisahan area bermain anak dan dewasa, pembatas atau pagar pengaman, toilet terpisah, serta area bebas rokok.
“Targetnya, insyaallah seluruh taman bisa tersertifikasi, terutama yang berada di pusat keramaian dan sering dikunjungi anak-anak,” tambahnya.
Baca juga :
Tidak hanya itu, nantinya Dinsos P3AP2KB Kota Malang juga akan terus melakukan koordinasi lebih intens dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sehingga, dalam proses sertifikasi tersebut nantinya bisa dipercepat.
“Jadi, memang masing-masing OPD punya tupoksi. Mungkin juga kami yang kurang mendorong ke DLH. Tetapi akan kami dorong untuk mensertifikasikan taman-taman di Kota Malang itu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menegaskan bahwa pada prinsipnya hampir semua taman di Kota Malang, telah dibangun dengan pendekatan ramah anak. Seperti, Alun-Alun Kota Malang, Taman Trunojoyo hingga Taman Merjosari, yang dilengkapi taman lalu lintas untuk edukasi keselamatan berkendara bagi anak.
“Yang penting sekarang, jangan lupa didokumentasikan. Banyak yang sudah dikerjakan, tapi tidak dipublikasikan. Saya tekankan, jangan sungkan untuk pamer hal-hal positif ini. Tuliskan, foto, lalu publikasikan, supaya masyarakat tahu,” imbuh Erik. (rsy/sit)










