Kota Malang
Tujuh Santri Kota Malang Jadi Korban Musibah Ponpes Al Khoziny, Wali Kota Wahyu Pastikan Penanganan

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan seluruh santri asal Kota Malang yang menjadi korban dalam musibah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, mendapat penanganan dan pendampingan penuh. Dari hasil pendataan, ada tujuh santri asal Kota Malang yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa dari tujuh santri itu, lima mengalami luka ringan, satu luka berat dan satu lagi tidak terluka sama sekali. “Alhamdulillah, tidak ada korban meninggal dunia dari Kota Malang. Semua dalam penanganan. Bahkan sebagian besar sudah pulih dan beraktivitas kembali,” ujar Wali Kota Wahyu, Senin (06/10/2025) tadi.
Satu santri yang mengalami luka berat, diketahui bernama Muhammad bin Syamsul Arifin, warga Kedungkandang. Dirinya terkena hantaman batu dan sempat dirawat di RS Mojokerto.
“Tadi malam saya jenguk langsung. Mas Muhammad ini sempat di-gips, tapi sudah dilepas agar lebih nyaman istirahat. Kondisinya membaik, hanya masih trauma,” katanya.
Baca juga :
Untuk memastikan pemulihan berjalan optimal, Wali Kota Wahyu menginstruksikan agar pemeriksaan lanjutan dilakukan di RSUD Kota Malang tanpa biaya. Padahal, sesuai jadwal, pemeriksaan seharusnya dilakukan pada hari ini, di RS Mojokerto.
“Saya minta RSUD datang langsung ke rumahnya. Pemeriksaan dan pengobatan gratis, semuanya ditanggung Pemkot,” tuturnya.
Selain penanganan medis, Pemkot Malang melalui Dinas Sosial (Dinsos) P3AP2KB Kota Malang juga memberikan pendampingan psikologis. Itu karena santri tersebut masih dalam keadaan trauma.
“Anak ini belum bisa diajak bicara karena masih syok. Saya minta Kadinsos untuk dampingi sampai benar-benar pulih,” tambahnya.
Sementara, menurutnya ada dua santri asal Kota Malang yang merupakan pengurus Ponpes telah kembali ke lokasi untuk membantu proses pemulihan. (rsy/sit)













