Kota Malang
Sebelum Difungsikan, Jembatan Bailey Sonokembang Akan Disosialisasikan ke Warga

Memontum Kota Malang – Pemasangan Jembatan Bailey Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, terus dikebut. Namun, sebelum jembatan darurat itu nantinya resmi difungsikan, Pemkot Malang memastikan akan menggelar dialog dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk menentukan pola operasional dan pembatasan kendaraan.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa itu dilakukan sesuai dengan arahan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Disamping itu, menurutnya juga untuk mendengar aspirasi warga sekitar.
“Sebelum kita fungsikan, kita nanti akan dialog dan sosialisasi ke masyarakat. Kita mau lihat keinginan masyarakat bagaimana dan seperti apa. Kalau menginginkan mobil bisa lewat, nanti akan kita buat batasan-batasan seperti itu,” ujar Dandung, Jumat (14/11/2025) tadi.
Dikatakannya, bahwa pembatasan tersebut nantinya bisa berupa portal agar hanya kendaraan dengan dimensi tertentu yang dapat masuk. Selain itu, juga dilakukan pengaturan penjagaan untuk mencegah kendaraan sembarangan menerobos jalur.
“Untuk kendaraan roda dua, cukup aman. Jalurnya cukup lebar sehingga sepeda motor masih bisa bersimpangan,” katanya.
Baca juga :
Lebih lanjut, struktur utama jembatan saat ini menurutnya sudah berada di posisi yang disiapkan. Saat ini pengerjaan memasuki tahap pemasangan kaki jembatan, dilanjutkan pemasangan lantai yang diperkirakan rampung pada Sabtu–Minggu.
“Setelah lantai selesai, kita buat akses pelandaian masuknya. Termasuk pembatas pengaman untuk pejalan kaki, terutama jamaah masjid. Kita sediakan sekitar satu meter agar aman dari kendaraan,” tuturnya.
Secara teknis, jembatan bailey dipastikan aman untuk digunakan. Beban maksimal yang bisa ditampung mencapai 4.900 kilogram atau sekitar 5 ton. “Struktur bawah jembatan kuat. Plendes sudah kita buat baru dengan pengecoran sesuai hitungan konstruksi. Baik beban jembatan maupun kendaraan, insyaallah aman,” tegasnya.
Dandung juga menyebut, bahwa pembangunan jembatan permanen telah diusulkan dengan anggaran Rp 5,5 miliar. Angka ini mencakup konstruksi fisik, DED, serta pengawasan. “Kemarin konstruksi fisiknya sekitar Rp 5,3 miliar, tapi kalau termasuk perencanaan dan pengawasan, total kami ajukan Rp 5,5 miliar,” lanjut Dandung.
Jika seluruh tahap pemasangan berjalan sesuai rencana, Jembatan Bailey Sonokembang ditargetkan sudah dapat difungsikan pada 20 November 2025. Namun penggunaan resminya tetap menunggu hasil sosialisasi dan kesepakatan dengan warga. (rsy/sit)
















