Kota Malang
Pemkot dan BI Malang Kolaborasi Gelar GPM untuk Jaga Harga Pangan Jelang Nataru

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang berkolaborasi dengan Bank Indonesia Malang, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jalan Gajahmada, Kiduldalem, samping Balai Kota Malang, pada Kamis hingga Jumat (05/12/2025) besok. Kegiatan tersebut, menjadi tindak lanjut dari hasil sidak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang telah digelar sehari sebelumnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa GPM merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). “GPM ini untuk menormalisasi harga bahan pangan. Beberapa komoditas memang masih stabil, tapi ada yang melonjak cukup drastis seperti bawang merah. Itu kebutuhan penting masyarakat, sehingga harus kita bantu dengan intervensi,” kata Wali Kota Wahyu.
Ditambahkannya, bahwa pemantauan harga nantinya akan dilakukan setiap awal minggu, terutama menuju libur Nataru. Stok bahan pangan juga dipastikan aman.
“Distributor dan pedagang tidak ada keluhan stok. Di swalayan juga tersedia semua. Hanya ada fluktuasi normal dan kacang yang harganya tinggi,” tambahnya.
Baca juga :
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa GPM akan digelar tidak hanya sekali, namun akan menyasar berbagai titik agar lebih dekat dengan masyarakat. “Sinergi terus kami jaga. Harapannya harga jelang Nataru tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Dina Resnawati, mengakui bahwa harga bahan pokok yang ditawarkan di GPM lebih terjangkau dan lebih murah. “Beras SPHP disini harganya Rp 55 ribu dan yang beras premium Rp 71 ribu. Kalau di luar masih Rp 62 ribu yang SPHP, jadi lebih murah. Selisih itu sekitar Rp 7 ribu,” kata Dina.
Pihaknya juga mengakui, bahwa beberapa hari terakhir cukup kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Karena menurutnya, semakin hari harga semakin naik. “Jadi ketika ada yang murah, ya kita kita datangin saja. Sehari-hari saya biasanya pakai beras SPHP yang di oplos sama beras yang lebih enak,” ucapnya.
Dina berharap, agar GPM dapat digelar lebih sering, karena dapat membantu kebutuhan harian masyarakat. “Seperti bawang merah, bawang putih, cabai sekarang itu kan juga mulai naik. Harapannya GPM ini bisa lebih sering dilakukan, karena sangat membantu,” imbuhnya. (rsy/sit)











