Kabar Desa
Fish Cooking Festival 2025, Ketua Forikan Lumajang Ingatkan Konsumsi Ikan Sejak Dini dan Variasi Olahan

Memontum Lumajang – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya edukasi gizi dan konsumsi ikan sejak usia dini. Hal ini disampaikannya, saat pelaksanaan Fish Cooking Festival atau Pesta Makan Ikan 2025, di Halaman Dinas Perikanan Lumajang, Kamis (04/12/2025) tadi. Acara ini, menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan manfaat ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi, sekaligus membangun kesadaran pola makan sehat bagi anak-anak dan keluarga.
Dewi Natalia menjelaskan, bahwa festival ini merupakan bagian dari Program Makan Bergizi untuk anak dan keluarga yang bertujuan menurunkan risiko stunting, anemia dan masalah gizi lain yang kerap terjadi pada anak-anak. Dirinya menekankan, bahwa edukasi gizi harus dilakukan sejak dini agar kebiasaan makan sehat tertanam secara berkelanjutan.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita bekali dengan pemahaman tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang. Melalui festival ini, mereka belajar mengenal berbagai jenis ikan, kandungan gizinya dan cara mengolahnya menjadi menu yang sehat, variatif, dan menarik,” kata Ketua Forikan Lumajang.
Serangkaian festival ini, menghadirkan lomba mewarnai dan demo masak ikan sebagai metode pembelajaran interaktif. Anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam praktik memasak. Melalui pendekatan ini, diharapkan mampu membuat edukasi gizi lebih menyenangkan, membangun rasa percaya diri, sekaligus menanamkan keterampilan hidup yang bermanfaat sejak usia dini.
Dewi Natalia menekankan, pentingnya variasi olahan ikan agar konsumsi gizi menjadi menarik dan tidak monoton. Menu yang kreatif dan bergizi tinggi diyakini dapat diterapkan di rumah, mendorong keluarga untuk mengadopsi pola makan sehat secara rutin.
Baca juga :
“Festival ini bukan sekadar kegiatan hiburan. Ini adalah upaya strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan. Anak-anak yang belajar sejak dini akan tumbuh dengan tubuh sehat, energi cukup dan kemampuan belajar yang optimal,” jelasnya.
Selain fokus pada edukasi anak, Dewi Natalia juga menyoroti potensi pemberdayaan ekonomi lokal melalui kreativitas kuliner. Dirinya berharap, kegiatan ini dapat membuka peluang bagi keluarga, terutama ibu rumah tangga dan pelaku UMKM untuk mengembangkan olahan ikan sebagai sumber pendapatan baru sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Dengan memahami cara mengolah ikan yang sehat, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat gizi, tetapi juga bisa berinovasi menciptakan produk kuliner yang diminati pasar. Ini bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” imbuhnya.
Melalui perannya sebagai Ketua Forikan, Dewi Natalia menegaskan bahwa strategi edukasi gizi berbasis kegiatan nyata seperti festival ini memiliki efek jangka panjang. Anak-anak dan keluarga yang memahami pentingnya protein hewani berkualitas tinggi akan menjadi masyarakat yang lebih sadar gizi, produktif dan tangguh secara kesehatan.
“Peningkatan konsumsi ikan sejak dini adalah investasi kesehatan jangka panjang. Anak-anak yang sehat, cerdas dan kreatif akan tumbuh menjadi generasi yang mampu mendukung pembangunan daerah, sekaligus menjadi contoh keluarga yang mengutamakan pola makan bergizi,” imbuhnya. (kom/adi/gie)
















