Kota Malang
Penjualan Eceran November Tumbuh Positif, BI Malang sebut Indikator Penting Arah Konsumsi Masyarakat

Memontum Kota Malang – Penjualan eceran di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang pada November 2025 tumbuh positif. Hal itu, tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang menunjukkan prakiraan pertumbuhan sebesar 4,03 persen secara bulanan (mtm).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Dedy Prasetyo, menyampaikan bahwa hasil SPE ini menjadi indikator penting untuk membaca arah konsumsi masyarakat dan sumber tekanan inflasi dari sisi permintaan. “Tiga kelompok komoditas mencatatkan prakiraan kenaikan omzet tertinggi, yakni kelompok kendaraan, kelompok makanan-minuman-tembakau, serta kelompok peralatan dan komunikasi,” jelas Dedy, Sabtu (13/12/2025) tadi.
Kelompok kendaraan diproyeksi tumbuh 6,18 persen (mtm), disumbang kuat oleh sub-sektor mobil yang melonjak 6,65 persen (mtm). Menurut responden SPE, dealer kendaraan memanfaatkan momentum akhir tahun dengan beragam promo, mulai dari DP 0 persen, potongan harga, hingga bunga ringan melalui kerja sama lembaga pembiayaan.
“Insentif ini menjadi katalis positif yang meningkatkan transaksi kendaraan,” tuturnya.
Baca juga :
Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga diperkirakan naik 3,95 persen (mtm). Angka itu berbalik arah dari bulan sebelumnya yang terkontraksi. Untuk pendorong utama pertumbuhan adalah sub-sektor bahan makanan yang tumbuh 5,66 persen (mtm).
“Kenaikan permintaan terjadi seiring kebutuhan bahan kue kering menjelang Natal dan Tahun Baru,” tambahnya.
Sementara, untuk kelompok peralatan dan komunikasi di toko turut mencatatkan pertumbuhan 2,76 persen (mtm). Sub-sektor elektronik audio/video bahkan melesat 7,68 persen (mtm).
“Peningkatan itu dipengaruhi tingginya konsumsi konten digital dan layanan streaming, sehingga masyarakat cenderung memperbarui perangkat elektronik di rumah,” lanjutnya.
Tentu dalam hal ini, menurutnya Bank Indonesia Malang akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah guna menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. “Kami berkomitmen menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi melalui kolaborasi berkelanjutan,” imbuhnya. (rsy/sit)










