Kota Malang
Disporapar Kota Malang Imbau Pelaku Wisata Waspada Cuaca Ekstrem

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Imbauan itu dikeluarkan menyusul adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan surat dari Kementerian Pariwisata.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa surat edaran tersebut telah disampaikan kepada pengelola industri pariwisata, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga pelaku usaha pariwisata lainnya. “Melalui surat edaran Kemendagri dan Kementerian Pariwisata, kami sudah menyampaikan kepada seluruh stakeholder pariwisata di Kota Malang agar mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Kita tetap harus waspada dan terus berkoordinasi dengan OPD terkait,” ujar Baihaqi, Kamis (18/12/2025) tadi.
Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, Baihaqi menyebut capaian kunjungan wisatawan ke Kota Malang masih menunjukkan tren positif. Dari target 3,3 juta kunjungan wisatawan pada tahun ini, realisasinya telah mencapai sekitar 90 persen.
“Kami optimis hingga akhir tahun target tersebut bisa tercapai. Indikasinya sudah terlihat dari hasil pemantauan di beberapa titik wisata yang menunjukkan peningkatan kunjungan, apalagi menjelang libur sekolah,” katanya.
Baca juga :
Namun demikian, Baihaqi mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, baik bagi pengelola wisata maupun wisatawan. Menurutnya, kehati-hatian perlu ditingkatkan mengingat bencana dapat terjadi kapan saja.
“Kewaspadaan tetap harus dilakukan. Jika terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang, sebaiknya aktivitas wisata bisa dihindari sementara. Wisatawan juga kami imbau untuk selalu memantau perkiraan cuaca,” jelasnya.
Lebih lanjut, sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi kebencanaan di sejumlah daerah, menurutnya Disporapar Kota Malang tidak menggelar agenda kegiatan pariwisata besar di akhir tahun ini.
“Kita juga harus prihatin terhadap saudara-saudara kita di Sumatera yang sedang menghadapi bencana. Karena itu, akhir tahun ini tidak ada event yang kami laksanakan,” imbuh Baihaqi. (rsy/sit)










