Kota Malang
Penataan Kabel di Kota Malang Dibidik Investor, Nilai Investasi Capai Rp 200 Miliar

Memontum Kota Malang – Penataan kabel udara semrawut di Kota Malang mulai menemukan jalan keluar. Salah satu investor swasta, dikabarkan siap menanamkan modal besar untuk membenahi infrastruktur kabel kota, dengan nilai investasi diperkirakan di atas Rp 200 miliar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan saat ini proses kerja sama masih berada pada tahap penjajakan. Bahkan, investor tersebut telah melakukan audiensi awal dengan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
“Masih tahap audiensi dengan Pak Wali. Jadi ini masih penjajakan. Konsep kerja samanya nanti apakah sewa atau Build Operate Transfer (BOT), itu keputusan ada di Pak Wali,” ujar Arif, Jumat (16/01/2026) tadi.
Dikatakannya, bahwa calon investor tersebut dari Malang Raya, meski aktivitas usahanya banyak berjalan di Jakarta dan Jawa Barat. Pemkot menilai, hal itu sebagai nilai tambah karena menunjukkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pembangunan kota.
Baca juga :
“Dalam penataan kabel memang diarahkan menggunakan dana non-APBD, sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ini yang sekarang sedang kami carikan investornya,” tuturnya.
Dalam skema yang tengah dibahas, investor akan menyusun Feasibility Study (FS) sebagai dasar kerja sama. Apabila itu terealisasi, proyek tersebut juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan.
“Tenaga kerja dari Kota Malang pasti akan kita prioritaskan. Tidak perlu mengambil pekerja dari luar daerah,” tambahnya.
Pemkot Malang menargetkan realisasi kerja sama tersebut dapat mulai berjalan pada tahun ini, seiring dengan penyiapan regulasi pendukung. Arif berharap proyek penataan kabel tersebut dapat menjadi momentum penting bagi Kota Malang.
“Mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan menjadi kado ulang tahun Kota Malang,” imbuh Arif. (rsy/sit)











