Hukum & Kriminal
Panen Raya Serentak, SAE L’Sima Ngajum Sumbang 1 Kuintal Kacang Hijau

Memontum Malang – Petugas Lapas Kelas 1 Malang bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan se-Indonesia. Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima Ngajum, petugas Lapas Kelas 1 Malang berhasil memanen 1 kuintal kacang hijau, Kamis (15/01/2026) tadi.
Kegiatan panen raya ini, digelar serentak secara nasional dan dilaksanakan secara daring berpusat di Lapas Kelas I Cirebon oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Langkah ini, sebagai bentuk komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian warga binaan.
Di SAE L’Sima sendiri, panen raya dilaksanakan pada lahan pertanian binaan yang selama ini menjadi bagian dari program unggulan dalam sektor pertanian. Petugas dan warga binaan, berhasil memanen kacang hijau sebanyak 1 kuintal sebagai hasil awal dari lahan yang sedang memasuki masa panen.
Selain itu, panen juga dilanjutkan pada komoditas kacang tanah yang ditanam di atas lahan seluas 1 hektare. Panen kacang tanah tersebut, diperkirakan akan selesai pada tanggal 20 mendatang, dengan estimasi total hasil panen yang dapat mencapai 9 ton.
Baca juga :
Capaian ini, menunjukkan keberhasilan pengelolaan lahan pertanian SAE L’SIMA, sekaligus membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian mampu menghasilkan output nyata dan bernilai ekonomis. Diketahui, kedua komoditas pertanian tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kelas I Malang dengan pihak ketiga, Prime 4.0, sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, turut mengikuti kegiatan panen raya serentak secara daring dari Lapas Banyuwangi, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur serta jajaran Pemasyarakatan Jawa Timur. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial Pemasyarakatan terhadap sesama. Seluruh hasil panen, baik dalam bentuk bahan pangan maupun hasil pendapatan panen, dikumpulkan ke pusat dan akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana alam di Sumatra,” ujarnya.
Dirinya berharap, hasil panen tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan program pembinaan kemandirian warga binaan terus berjalan optimal, berkelanjutan, serta berdampak positif bagi masyarakat luas. (gie)
















