Kota Malang
Pemkot Malang Siapkan 200 Becak Listrik Masuk Paket Layanan Wisata Kota

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang menyiapkan 200 unit becak listrik untuk menjadi bagian dari layanan wisata terintegrasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. Becak listrik tersebut, tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung paket wisata di sejumlah kawasan strategis kota.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa becak listrik akan dimanfaatkan untuk melayani wisatawan di berbagai titik. Mulai dari Kawasan Kayutangan Heritage hingga hotel-hotel yang menjadi lokasi menginap wisatawan.
“Becak wisata ini kami arahkan untuk mendukung layanan wisatawan yang datang ke Kota Malang. Jadi nanti tidak hanya mangkal, tapi menjadi bagian dari paket layanan wisata,” ujar Baihaqi, Kamis (15/01/2026) tadi.
Menurutnya, penempatan becak listrik tidak terpusat di satu lokasi saja. Kawasan Kayutangan Heritage menjadi salah satu titik utama, namun Pemkot Malang juga menyiapkan titik-titik lain yang terhubung dengan aktivitas pariwisata, termasuk area perhotelan.
“Beberapa titik sedang kami rumuskan, salah satunya di Kayutangan. Tidak menutup kemungkinan nanti juga di hotel-hotel, sehingga bisa terintegrasi dengan paket wisata,” jelasnya.
Baca juga :
Untuk mendukung kualitas layanan, Disporapar Kota Malang juga telah melakukan sejumlah diskusi bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Diskusi tersebut membahas bagaimana pengemudi becak wisata dapat memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, sekaligus menjadi bagian dari pengalaman berwisata di Kota Malang.
“Selama ini memang sudah ada becak wisata. Nah, dengan becak listrik ini kami ingin pelayanannya lebih terarah dan terintegrasi,” katanya.
Terkait pendistribusian, Baihaqi menyebut proses pendataan calon penerima becak listrik saat ini masih berlangsung. Pendataan dilakukan bersama Dinas Sosial (Dinsos) untuk memastikan penerima benar-benar tepat sasaran.
“Syarat penerima becak listrik antara lain ber-KTP Kota Malang dan sebelumnya berprofesi sebagai pengayuh becak konvensional. Harapannya, dengan adanya becak listrik ini layanan wisata di Kota Malang semakin lengkap, tertata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” imbuh Baihaqi.
Sebagai informasi, seluruh unit becak listrik telah tiba di Kota Malang. Sebanyak 100 unit disimpan di Stadion Gajayana dan 100 unit lainnya berada di kawasan Islamic Center. Ditargetkan Pemkot Malang dapat mendistribusikannya pada akhir Januari 2026, menyesuaikan dengan koordinasi bersama pemerintah pusat. (rsy/sit)










