Kabupaten Malang
Masuki Masa Pensiun, Bupati Malang Serahkan SK untuk 65 ASN

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 65 ASN, dalam apel pagi di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (09/02/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang dan Kepala OPD.
“Pada hari ini, kita melaksanakan penyerahan SK Pensiun secara simbolis kepada para ASN yang telah menuntaskan masa pengabdian dan memasuki purna tugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian dan kerja keras yang telah dicurahkan tanpa kenal lelah selama mengemban amanah sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang,” kata Bupati Malang.
Selain rasa bangga, tambahnya, Pemerintah Kabupaten Malang juga merasa bersyukur dapat menjalin kebersamaan yang selama ini terus terjaga. “Meskipun hari ini menjadi momen perpisahan, kami berharap nilai kedisiplinan, keteladanan, serta etos kerja yang telah bapak dan ibu tunjukkan selama masa pengabdian dapat terus menjadi contoh dan inspirasi bagi ASN Kabupaten Malang yang masih melanjutkan tugas dan pengabdian,” tambah Bupati Sanusi.
Baca juga :
Dikatakan bupati, bahwa seluruh dharma bakti selama menjadi PNS aktif merupakan amal yang mulia dan bernilai ibadah serta membawa keberkahan di setiap langkah ke depan. “Saya mengucapkan selamat menjalani masa purna tugas. Semoga bapak dan ibu dapat menikmati fase baru kehidupan dengan sehat lahir batin, bahagia bersama keluarga, serta dikaruniai usia yang panjang dan barokah. Saya yakin, masa purna tugas bukan akhir dari pengabdian, tetaplah berkarya dan berkontribusi positif di tengah masyarakat, bangsa dan negara,” paparnya.
Bupati Sanusi juga berpesan, agar ASN yang purna tugas dapat menjalani hari-hari ke depan dengan penuh semangat, tetap aktif dan produktif. “Teruslah mengambil peran positif di tengah keluarga dan masyarakat. Kiranya, kebijaksanaan yang lahir dari pengalaman panjang pengabdian mampu mengantarkan bapak dan ibu untuk senantiasa bersikap adaptif, responsif dan bijak dalam menyikapi dinamika kehidupan yang terus bergerak semakin cepat,” tambahnya. (pro/gie)











