Pemerintahan
Pemkab Situbondo Gelar Sataon Mas Rio dan Mbak Ulfi, serta Bagikan 10 Ribu Takjil Gratis di Situbondo

Memontum Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar acara Sataon Mas Rio dan Mbak Ulfi (Bupati dan Wakil Bupati) serta buka puasa bersama masyarakat dengan berbagi 10 ribu takjil gratis di Bulan Suci Ramadan ini. Kegiatan yang bertemakan ‘Lapor Rakyatku’ tersebut berlangsung di Alun-alun Kota Situbondo, Minggu (01/03/2026) tadi.
Perlu diketahui, pelaksanaan kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka refleksi satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo – Wakil Bupati, Ulfiyah, sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Sementara dalam sambutannya, Mas Rio menyampaikan laporan pertanggungjawaban capaian kinerja kepada masyarakat selama setahun memimpin Kabupaten Situbondo. Yang mana, banyak program prioritas dari janji politik yang sudah direalisasikan selama menjabat sebagai kepala daerah Situbondo.
Mas Rio menjelaskan, program kerja yang sudah dilaksanakan, diantaranya seperti memberikan bantuan Ambulance Rakyat Situbondo untuk desa. Sebelumnya, ada 38 unit mobil ambulance yang sudah disalurkan ke desa. Sedangkan tahun ini, ada sebanyak 20 mobil ambulance desa yang akan diserahkan. Sementara tahun depan, akan ditambah lagi.
“Kami juga ada Program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Situbondo. Kemudian soal Jalan Pantura yang rusak dan banyak dikeluhkan masyarakat, itu sedang berproses karena kami langsung mengunjungi Kantor Kementerian PUPR. Dan alhamdulillah, secara bertahap sudah di aspal dan mulai dari Kecamatan Banyuglugur hingga sampai Banyuputih,” katanya.
Bupati Rio menjelaskan, 11 program prioritas dari janji sudah menjadi aksi nyata. Dalam setahun, program tersebut telah dijalankan dan mulai menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat.
Diantaranya, seperti Progam Petani Tentram, berupa penguatan sektor pertanian dan perikanan yang mencatat peningkatan produktivitas tangkap dan budi daya. Tercatat, produksi ikan tangkap naik menjadi 19.725 ton pada 2025 dan budi daya naik menjadi 637 ton. Sedangkan, produksi padi mencapai 321.723 ton, jagung 295.802 ton dan tebu 1 juta ton.
Program Sentra Ekonomi, Wisata dan Kebudayaan (Sesaka), merupakan pengembangan kawasan heritage Besuki dan sport tourism, termasuk digitalisasi destinasi Pasir Putih dengan capaian pendapatan Rp 3,8 miliar pada 2025. Sejumlah destinasi wisata tengah dipersiapkan, terutama fasilitas hingga sumber daya manusia (SDM) melalui Pokdarwis.
“Ke depan, Situbondo akan fokus pada wisata minat khusus seperti pendakian, wisata bahari, sampai konservasi, budaya dan sejarah,” lanjutnya.
Program Rio Ulfi Calling (Ricall), sebuah program layanan pengaduan 24 jam terintegrasi melalui aplikasi eSIBOND untuk mempercepat respons terhadap aspirasi warga. Masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui akun resmi Bupati, Wakil Bupati, Pemkab dan lewat pesan WhatsApp RiCall 08138-777-8727 yang akan direspons secara langsung.
Lalu, ada Program Vorsa UMKM. Program ini merupakan voucher usaha, pelatihan kerja, serta akses pinjaman modal bunga 0 persen bagi UMKM terverifikasi. Pemkab Situbondo menyiapkan inkubasi bisnis dan Situbondo Creative Hub untuk mendampingi UMKM sampai benar-benar naik kelas.
Program Bantu Desa, penguatan pelayanan desa termasuk pengadaan ambulans dan peningkatan kesejahteraan warga. Pada tahap pertama 2025, Pemkab Situbondo telah menyalurkan 38 ambulans dengan target satu desa satu ambulans.
Baca juga :
Program Berobat Gratis Tanpa Batas (Berantas), pelayanan kesehatan gratis dan perluasan jaringan rujukan RSUD. Sepanjang tahun pertama Mas Rio dan Mba Ulfi, Pemkab telah menyalurkan anggaran Rp 60 miliar khusus untuk program ini.
Program Pakenyang, subsidi dan distribusi bantuan pangan senilai Rp 164 juta guna menjaga stabilitas stok dan harga. Bahkan, Pemkab juga menyiapkan stabilitas harga lewat Program Pasar Murah.
Program Guru Agama Mampu dan Berprestasi (Mantap), yakni peningkatan insentif guru agama, guru PAUD, serta tenaga kependidikan. Lebih dari 4.400 guru agama telah terfasilitasi, insentif juga diberikan hingga Rp 2 juta per orang.
Program Bakti, bantuan aktivasi dan operasional tempat ibadah. Tercatat 655 masjid telah mendapatkan dana operasional Rp 1,37 miliar dan hibah digelontorkan Rp 1,92 miliar untuk 81 lembaga peribadatan.
Program Sibond Melenting, sebuah program beasiswa 228 pemuda berprestasi di Kabupaten Situbondo senilai Rp 1,9 miliar dan bantuan pendidikan anak putus sekolah dengan realisasi Rp 214 juta pada 2025.
“Program Naik Honda, program supaya tenaga honorer naik kelas. Tercatat sebanyak 5.814 tenaga honorer telah resmi menjadi PPPK paruh waktu, dengan kenaikan honor terutama untuk tenaga kesehatan hingga Rp1,5 juta perbulan,” ujarnya.
Tidak hanya 11 program prioritas, Mas Rio dan Mba Ulfi juga melakukan revitalisasi pendidikan dan infrastruktur monumental. Tercatat, rehabilitasi 71 SD dan 16 SMP dengan anggaran Rp 53 miliar, pembangunan Pendopo Pate Alos di kawasan heritage Besuki Raya, serta pengembangan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) sebagai infrastruktur strategis.
Kemudian, juga telah membangun 638 unit rumah layak huni, membangun 6,26 kilometer jalan baru, memperbaiki 44,58 km jalan eksisting, serta pemasangan 292 titik penerangan jalan umum (PJU).
Berikutnya, ada capaian ekonomi dan Investasi. Diantaranya, sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Realisasi investasi melonjak dari Rp 590 miliar pada 2024 menjadi Rp 1,04 triliun pada 2025 dan menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dari Rp 271,67 miliar menjadi Rp 320,97 miliar, tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah kebijakan efisiensi anggaran, mencerminkan efektivitas kebijakan serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap Situbondo. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Situbondo sepanjang 2025 mencapai 5,28 persen dan menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir,” jelas Mas Rio.
Selain itu, di sepanjang tahun pertama kepemimpinan Mas Rio, Kabupaten Situbondo berhasil meraih 29 penghargaan tingkat nasional dan provinsi sebagai bentuk pengakuan atas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, inovasi daerah, serta kinerja ekonomi. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa penghargaan tertinggi tetaplah kepercayaan masyarakat. (her/gie)













