Kota Malang
Gandeng Kejari, Pasar Murah Sembako Pemkot Malang Rp 50 Ribu Diserbu Warga

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menggelar kegiatan Pasar Murah bagi masyarakat yang kurang mampu di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dalam pelaksanaan kali ini, gelaran berlangsung di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Malang, Kamis (12/03/2026) tadi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan pasar murah tersebut menjadi titik ketiga dari rangkaian pasar murah yang digelar di lima kecamatan. Kegiatan tersebut, kerja sama antara Pemkot Malang dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.
“Ini pasar murah yang diadakan Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kota Malang. Pelaksanaan ini lokasi yang ketiga,” ujar Wali Kota Wahyu.
Dalam program tersebut, tambahnya, masyarakat dapat membeli paket bahan pokok penting dengan harga Rp 50 ribu. Paket tersebut, berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta gula pasir 1 kilogram.
“Dengan hanya Rp 50 ribu, masyarakat sudah mendapatkan beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter dan gula 1 kilogram. Kalau harga di pasaran sekitar Rp 150 ribu dan ini yang kami berikan kualitas premium,” tambahnya.
Wali Kota Wahyu menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah sangat tinggi. Karena itu, pola distribusi di lokasi kegiatan kini diatur menggunakan kartu serta sistem kedatangan bergelombang untuk menghindari kerumunan.
“Melihat situasi kemarin, sekarang kami atur menggunakan kartu dan bergelombang. Jadi yang memiliki kartu akan diatur jam kedatangannya agar tidak menumpuk dalam satu waktu,” ujarnya.
Baca juga :
Setiap kecamatan, lanjutnya, mendapatkan kuota sebanyak 1.300 paket Sembako. Dengan lima kecamatan yang menjadi sasaran program, atau total paket yang disediakan mencapai sekitar 6.500 paket.
Masih menurut wali kota, kegiatan pasar murah juga merupakan salah satu bentuk intervensi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Ini bagian dari intervensi TPID agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang hari raya,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan, untuk pengendalian harga bahan pokok dilakukan bersama sejumlah pihak, seperti Kejaksaan, BPS, Polresta Malang Kota melalui Satgas Pangan, serta Bank Indonesia. “Kami bersama tim TPID terus memantau harga bahan pokok agar tetap terkendali menjelang hari raya,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Ermin, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Apalagi harga paket sembako yang dijualkan tersebut lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Ini bayar Rp 50 ribu. Kalau dihitung total bisa lebih dari Rp100 ribu,” ucap Ermin.
Ermin mendapatkan informasi mengenai pasar murah tersebut dari pendamping kelurahan yang mendata warga kurang mampu. Dirinya mengaku, sangat bersyukur bisa mendapatkan paket sembako tersebut, terlebih kondisi keluarganya saat ini cukup sulit.
“Suami saya tidak bekerja karena sakit. Setiap bulan harus opname dan transfusi darah. Jadi ini sangat membantu sekali,” imbuhnya. (rsy/sit)













