Kota Malang

Wagub Jatim dan Wali Kota Malang Tinjau Drainase Soekarno Hatta, Temukan Empat Penyebab Banjir

Diterbitkan

-

DRAINASE: Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta. (ist)

Memontum Kota Malang – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta, Senin (16/03/2026) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan penyebab banjir yang sempat terjadi sebelumnya di kawasan tersebut.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menginventarisasi berbagai faktor yang memicu banjir di kawasan tersebut. “Memang kita sedang menginventarisir permasalahan apa saja yang menjadi penyebab banjir. Alhamdulillah tadi beberapa persoalan sudah bisa kita selesaikan satu per satu,” ujar Wali Kota Wahyu.

Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah tumpukan sampah yang menghambat aliran air menuju saluran drainase yang telah dibangun sebelumnya. Selain itu, persoalan lain juga berkaitan dengan pengaturan pintu air yang sebelumnya sempat terbuka sehingga air tidak masuk ke saluran drainase dan justru meluap ke jalan.

“Kalau pintu air terbuka, air tidak masuk ke saluran dan akhirnya meluap ke bawah. Ini sudah kita atur agar ketika terjadi potensi banjir pintu air bisa ditutup sehingga aliran air masuk ke saluran yang sudah dipersiapkan,” jelasnya.

Advertisement

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, menyebut terdapat empat poin utama yang menjadi perhatian dalam penanganan banjir di kawasan Jalan Soekarno Hatta. Pertama, adanya tumpukan sampah berukuran besar yang terbawa aliran air dan menyumbat saluran drainase. Bahkan, menurutnya, sejumlah benda besar seperti bantal, ban, hingga kayu sempat ditemukan menghambat aliran air.

“Kita sudah lakukan modifikasi agar sampah besar tetap tertahan, tetapi air dan sampah kecil masih bisa mengalir sehingga tidak membentuk tembok sampah yang menyebabkan air meluap ke jalan,” katanya.

Kedua, kondisi sediment trap atau penangkap endapan yang masih dipenuhi sisa material konstruksi saat pengerjaan drainase sebelumnya. Hal tersebut kini tengah dibersihkan, agar aliran air dapat berjalan lebih lancar.

Baca juga :

Advertisement

Kemudian, ketiga yaitu pengaturan pintu air di bagian hilir saluran. wagub Emil menegaskan, bahwa pintu air tersebut idealnya selalu dalam kondisi tertutup agar air tidak mengalir ke sungai di kawasan permukiman yang sebelumnya terdampak banjir.

“Kalau pintu ini terbuka saat debit air besar, air akan mengalir ke sungai di wilayah Ciliwung dan Kedawung yang kemarin mengalami banjir,” ucapnya.

Namun, Wagub Emil juga mengungkapkan, terdapat sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai yang sempat meminta agar pintu air tidak ditutup karena khawatir rumah mereka terdampak genangan. Meski begitu, pemerintah memutuskan bahwa kepentingan masyarakat luas harus menjadi prioritas.

“Kesepakatannya pintu air ini tetap ditutup untuk mengurangi potensi banjir di wilayah yang lebih luas. Namun kami juga akan mencari solusi bagi warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut,” tambahnya.

Poin keempat, berkaitan dengan penataan trotoar di sepanjang kawasan Jalan Soekarno Hatta. Wagub Emil menjelaskan, bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini masih fokus pada pembangunan saluran drainase, sementara penataan trotoar dan estetika kawasan akan dilanjutkan pada tahun 2026.

Advertisement

“Sehingga, itu yang harus dibahas dengan Pak Wali. Karena dari sisi estetika, kenyamanan, Pak Wali tentu yang paling punya grand design bagaimana Kota Malang ini akan semakin nyaman, apalagi ini jalan protokol Kota Malang supaya indah,” imbuh Wagub Emil. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas