Pemerintahan

Bupati Rio Salat Id dan Berlebaran di Desa Terpencil Wilayah Banyuglugur Situbondo

Diterbitkan

-

LEBARAN: Bupati Situbondo bersama Kepala OPD di sela pelaksanaan lebaran bersama. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Pada momentum Hari Raya Idul Fitri ini, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, melaksanakan Salat Id di Desa Selobanteng, sebuah wilayah terpencil di dataran tinggi yang berada di wilayah Kecamatan Banyuglugur, Sabtu (21/03/2025) tadi. Langkah ini, menjadi komitmen Mas Rio-sapaan Bupati Situbondo, dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Kehadiran orang nomor satu di pemerintahan Situbondo, ini menjadi catatan tersendiri sekaligus kebanggaan bagi warga setempat. Itu karena, desa yang terletak di kawasan pegunungan dan dikelilingi hutan rimbun ini jarang dikunjungi oleh pejabat setingkat kepala daerah, terlebih dalam momen sakral Hari Raya.

Keputusan Mas Rio memilih Desa Selobanteng, itu didasari oleh kekagumannya pada kelestarian alam desa tersebut. Suasana pegunungan yang asri dan udara yang sejuk, menciptakan atmosfer spiritual yang menyatu dengan alam, selaras dengan semangat Idul Fitri untuk kembali ke fitrah.

Selain melaksanakan ibadah, kunjungan ini dimanfaatkan Bupati Mas Rio untuk meninjau inisiatif pelestarian lingkungan yang dikelola secara swadaya oleh desa. Diketahui, bahwa Desa Selobanteng saat ini tengah menjalankan program inovatif berupa penanaman dan penamaan pohon sebagai langkah konkret menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor.

Advertisement

“Ini adalah bentuk konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Program penanaman pohon ini bukan sekadar penghijauan, tapi bagian dari pengembangan hutan rakyat yang menjadi urat nadi kehidupan,” ujar Mas Rio, di sela-sela kunjungannya.

Baca juga :

Program lingkungan di Desa Selobanteng, memiliki keunikan tersendiri. Jenis pohon yang ditanam, seperti Jati, Gmelina (Kamalina) dan Kesambi, dipilih berdasarkan aspirasi masyarakat. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, pohon buah-buahan juga ditanam untuk menjaga ketersediaan pakan burung, guna mempertahankan keanekaragaman hayati (biodiversitas).

Untuk menjamin keberlanjutan (sustainability), program ini tidak berhenti pada seremonial penanaman. Monitoring dilakukan secara rutin setiap tahun, bahkan memanfaatkan teknologi satelit untuk memastikan setiap bibit yang tertanam tumbuh dengan baik. Hal ini, selaras dengan visi Bupati Mas Rio untuk menjadikan Situbondo sebagai kabupaten yang mandiri dan berwawasan lingkungan.

Kepala Desa Selomukti, Muntaha, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kehadiran Bupati Situbondo. Dirinya menyebutkan, bahwa sejak tahun 2009, desanya telah menanam sedikitnya 300 ribu pohon demi menjaga ekosistem dan mencegah bencana.

Advertisement

“Alhamdulillah, ini pertama kalinya desa kami dipilih langsung oleh Bupati Situbondo untuk tempat Salat Id. Kami sangat senang dan terhormat,” ungkap Muntaha.

Selain fokus pada lingkungan, Muntaha juga mengapresiasi Program Brantas yang diinisiasi Mas Rio. Menurutnya, program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kurang mampu di pelosok yang terkendala biaya rumah sakit.

“Kami melihat Mas Rio bukan hanya peduli pada alam melalui dukungan penanaman pohon, tapi juga sangat peduli pada keselamatan jiwa rakyatnya melalui program kesehatan. Kehadiran beliau hari ini benar-benar membawa semangat baru bagi kami di desa,” tambahnya. (her/gie)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas