Kabupaten Malang
Sekda Budiar Ajak Akademi Kian Bersinergi dalam Membangun Kabupaten Malang

Memontum Malang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menghadiri acara Fisip Collaboration 2026 dengan tema ‘Inovasi Pemerintahan dan Peran Strategis Akademisi dalam Pembangunan Daerah’, yang berlokasi di Hall KH Moh Said Universitas Islam Raden Rahmad Kepanjen, Rabu (15/04/2026) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Rektor Unira Malang beserta jajaran Dekan Unira Malang, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang.
Dalam momen berharga itu, juga digelar Penandatanganan Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Unira, tentang Pelaksanaan Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta Kerja Sama Kajian dan Pendampingan Penyusunan dan Implementasi Kebijakan Daerah. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan terima kasih atas undangan dari Unira Malang. Juga, tentang penandatanganan PKS antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan Unira Malang,” kata Sekda Budiar.
Ditambahkannya, bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, tetapi simbol sinergi antara pemerintah Kabupaten Malang dengan akademisi. Terutama, dari Unira dalam membangun Kabupaten Malang yang lebih maju dan berdaya saing.
Kabupaten Malang sendiri, merupakan salah satu kabupaten dengan potensi luar biasa di Indonesia. Dengan luas wilayah 3.534,86 km2, Kabupaten Malang adalah kabupaten terluas kedua di Jawa Timur, setelah Banyuwangi.
Secara administratif, kabupaten terdiri dari 33 kecamatan, 12 kelurahan dan 378 desa. Kabupaten Malang memiliki garis pantai sepanjang 102,5 km, dengan lebih dari 100 titik pantai potensial wisata, menjadikannya daerah dengan destinasi bahari terbanyak di Jawa Timur.
Baca juga :
Dari sisi demografi, jumlah penduduk mencapai 2,75 juta jiwa (2026), terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. “Kabupaten Malang sendiri memiliki potensi wilayah pada lima kawasan strategis Malang Utara, Lingkar Kota Malang, Malang Timur, Malang Barat, Malang Selatan,” jelas Sekda Budiar.
Ditambahkannya, Kabupaten Malang menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur dan fasilitas sosial melalui proyek strategis nasional maupun program kementerian terkait. “Capaian ini adalah bukti bahwa transformasi Kabupaten Malang merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sehingga, pembangunan berjalan lebih kokoh, terarah dan berkelanjutan,” jelas Sekda Malang.
Inovasi pemerintahan bukan sekadar program tambahan, melainkan strategi transformasi tata kelola. Inovasi menjadi instrumen untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mempercepat pencapaian visi daerah. Melalui kolaborasi dengan universitas seperti Unira, Pemerintah Kabupaten Malang dapat memperkuat ekosistem inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Mari kita jadikan inovasi sebagai DNA pembangunan Kabupaten Malang. Mari kita jadikan akademisi sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” imbuhnya.
Sekda Budiar juga mengatakan, bahwa selain konsep pentahelix pembangunan yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media, di Kabupaten Malang kini melangkah lebih jauh dengan pendekatan hexa helix. Unsur hukum dan regulasi ditambahkan sebagai pilar keenam, sehingga kolaborasi pembangunan daerah menjadi lebih kokoh, terarah dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi inovasi pemerintahan yang berkelanjutan, demi mewujudkan Kabupaten Malang yang maju, sejahtera, berdaya saing dan berkelanjutan,” tambahnya. (pro/gie)










