Kota Malang

Gerakan Tanam Serentak, Pemkot Malang Jaga Produktivitas Padi Jelang Kemarau

Diterbitkan

-

TANAM: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, saat melakukan penanaman bibit padi dalam Gerakan Percepatan Tanam Serempak seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, melakukan penanaman bibit padi di lahan Kelompok Tani (Poktan) Mulyo III, Jalan Raya Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (23/04/2026) tadi. Penanaman itu, menjadi bagian dari Gerakan Percepatan Tanam Serempak seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur, sebagai langkah menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang.

Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, menjelaskan bahwa dari total sekitar 10 hektare lahan sawah di Kelurahan Mulyorejo, penanaman tahap awal dilakukan di lahan seluas 1,1 hektare. “Percepatan tanam ini menandakan bahwa produktivitas padi di Kota Malang harus tetap kita jaga. Lahan sawah yang ada juga harus kita kendalikan agar tidak terus berkurang,” ujar Wali Kota Wahyu.

Menurutnya, masa tanam padi hingga panen diperkirakan berlangsung sekitar 112 hingga 115 hari atau kurang lebih empat bulan. Dalam satu tahun, petani dapat melakukan dua kali masa tanam padi. Diharapkan, dengan dilakukan percepatan tanam mampu menjaga stabilitas ketersediaan beras sekaligus menekan fluktuasi harga pangan di masyarakat.

“Kita ingin ketersediaan padi tetap terjaga sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Advertisement

Kemudian, ditambahkannya bahwa gerakan tanam dilakukan serentak sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi musim kemarau. “Kita akan menghadapi musim kemarau yang agak panjang, sehingga produktivitas padi harus dipastikan tidak terganggu,” ucapnya.

Baca juga :

Selain itu, penanaman serentak di Kota Malang dilaksanakan di empat kecamatan yang masih memiliki lahan pertanian, yakni Sukun, Kedungkandang, Lowokwaru dan Blimbing. Sementara, di Kecamatan Klojen tidak lagi memiliki lahan persawahan.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa percepatan tanam dilakukan saat curah hujan masih tersedia. Sehingga, kebutuhan air tanaman tercukupi.

“Menurut BMKG, sampai akhir April ini Jawa Timur masih mengalami hujan dan kondisi El Nino berada pada kategori sedang. Di Kota Malang sendiri ketersediaan air relatif tercukupi dari aliran sungai,” tutur Slamet.

Advertisement

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Malang juga menyalurkan bantuan benih padi varietas Inpari 32 dan Inpari 45 kepada petani. Total bantuan benih yang disalurkan pada tahun anggaran 2026 mencapai 10.000 kilogram atau 10 ton.

“Harapannya petani tidak kesulitan menyediakan benih sehingga bisa langsung melaksanakan usaha tani,” imbuh Slamet. (rsy/sit/adv)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas