Kota Malang

Dispangtan Kota Malang Sebut Hewan Kurban Tahun Ini Lebih Termitigasi

Diterbitkan

-

KURBAN: Pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang sehat di RPH Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan kondisi hewan kurban pada Idul Adha 2026 lebih termitigasi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sejak 22 hingga 26 Mei 2026, tidak ditemukan hewan kurban yang mengalami penyakit maupun cacat fisik.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan di 107 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di Kota Malang. “Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan semuanya rata-rata sehat. Jadi kemarin sudah kami berikan stiker sehat, sehingga masyarakat merasa aman untuk membeli hewan kurban,” ujar Anton, saat ditemui di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang, Rabu (27/05/2026) tadi.

Anton menjelaskan, jumlah lapak tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu yang mencapai 110 lapak. Namun, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah sapi yang dijual. “Tahun ini ada peningkatan jumlah sapi hampir dua kali lipat. Kalau kambing justru turun, jadi trennya sekarang lebih banyak ke sapi,” katanya.

Berdasarkan data Dispangtan, jumlah sapi tahun ini mencapai 227 ekor, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 145 ekor. Sementara jumlah kambing turun dari 4.341 ekor menjadi 3.296 ekor. Untuk domba tercatat ada sebanyak 128 ekor.

Advertisement

“Kalau dari total jumlah, kambing kan berubah ke sapi. Lebih banyak sapinya di tahun ini. Kalau domba masih rata-rata sama,” tambahnya.

Baca juga :

Anton memastikan tidak ada hewan kurban yang ditemukan sakit ataupun cacat selama pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kesadaran para pedagang setelah pengalaman tahun sebelumnya.

“Kalau ada yang sakit biasanya langsung dibawa balik ke asalnya. Jadi sekarang pedagang juga lebih sadar bahwa yang dijual harus benar-benar sehat,” jelasnya.

Selain pemeriksaan langsung di lapak, pengawasan lalu lintas hewan kurban kini juga diperkuat melalui aplikasi milik Kementerian Pertanian. Sistem tersebut digunakan untuk memantau hewan ternak yang masuk ke Kota Malang dari berbagai daerah.

Advertisement

“Mereka mengajukan izin lewat aplikasi. Setelah syarat vaksin dan kesehatan hewan terpenuhi, baru bisa masuk ke Kota Malang,” tuturnya.

Anton berharap, kesadaran pedagang dan pengawasan kesehatan hewan terus meningkat setiap tahun agar kualitas hewan kurban semakin baik. “Harapannya ke depan penjual dan pemerintah sama-sama lebih peduli, sehingga hewan yang dijual benar-benar sehat dan aman untuk masyarakat,” imbuh Anton. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas