Jember

Pemkab Jember Luncurkan Program Homecare, Inovasi Layanan Kesehatan Jemput Bola untuk Masyarakat

Diterbitkan

-

INOVASI: Peluncuran Program Homecare Pemkab Jember bersama Wamenkes. (pemkab for memontum)

Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember secara resmi meluncurkan Program Homecare, sebuah inovasi pelayanan kesehatan masyarakat berbasis kunjungan langsung ke masyarakat, yang dipusatkan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/07/2026) tadi. Inisiatif ini dihadirkan, untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga pra sejahtera, mendapatkan layanan medis dasar secara gratis tanpa terkendala jarak dan biaya.

Pelaksanaan peluncuran program strategis ini, dihadiri langsung pejabat tingkat nasional dan daerah. Diantaranya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, serta Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gagasan utama pendirian Program Homecare berakar dari memori masa kecilnya, yang tumbuh di kawasan pelosok desa dekat Kecamatan Sumberbaru. Dirinya kerap menyaksikan secara langsung, bagaimana warga miskin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat keterbatasan finansial.

“Waktu kecil, saya melihat sendiri tetangga dan warga kurang mampu tidak bisa berangkat ke Puskesmas atau rumah sakit karena faktor biaya. Almarhum Abah saya selalu berpesan, untuk memprioritaskan dan menjaga masyarakat yang kurang mampu. Pesan serupa juga konsisten ditekankan oleh ketua umum kami, yang kini menjadi Presiden RI,” ujar Gus Fawait-sapaan Bupati Jember.

Advertisement

Gus Fawait menambahkan, bahwa tingginya angka kemiskinan di Jember, berdampak langsung pada sektor kesehatan daerah. Seperti tingginya tingkat tengkes (stunting) serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB).

Baca juga :

Hal inilah, lanjutnya, mendorong Pemkab Jember melakukan penghematan anggaran secara masif. Termasuk, membatalkan pengadaan kendaraan dinas pimpinan. Tujuannya, guna mengalokasikan dana ke penjaminan kesehatan masyarakat melalui Program Universal Health Coverage (UHC).

Kendati jaminan biaya kesehatan UHC telah berjalan, papar Gus Fawait, Pemkab Jember menemukan fakta lapangan bahwa sebagian warga tetap enggan berobat karena terkendala biaya operasional transportasi dan kekhawatiran hilangnya mata pencaharian harian keluarga. Sebagai solusinya, Pemkab Jember menerjunkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan (Nakes) yang menyisir permukiman warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis langsung di rumah pasien.

Gus Fawait menyebut, skema lelayanan Homecare berisi pemeriksaan lapangan, fasilitas telemedicine dan bantuan pangan. “Nakes mendatangi rumah warga miskin untuk melakukan pengecekan kondisi fisik dasar menggunakan peralatan medis yang disiagakan,” ujarnya.

Advertisement

Jika pasien membutuhkan penanganan dokter spesialis atau sub-spesialis, maka Nakes di lapangan akan memfasilitasi konsultasi jarak jauh (Telemedicine) secara langsung dengan dokter ahli di RSUD se-Kabupaten Jember. “Sebagai bentuk perhatian komprehensif, warga kurang mampu yang telah diperiksa juga akan menerima paket Sembako untuk menunjang kebutuhan nutrisi keluarga,” lanjutnya.

Melalui sinergi antara Nakes, jajaran Puskesmas, OPD dan relawan di lapangan, Program Homecare diharapkan dapat memangkas kesenjangan akses kesehatan serta menekan angka kesakitan masyarakat di pelosok Kabupaten Jember. (rio/gie/adv)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas