Kota Malang

Harga Daging Sapi Tembus Rp 150 Ribu, Diskopindag Kota Malang sebut Imbas Kenaikan Pakan Ternak

Diterbitkan

-

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Harga daging sapi segar di sejumlah Pasar Kota Malang, mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, harganya berada di kisaran Rp 148 ribu hingga Rp 150 ribu perkilogram, atau melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 140 ribu perkilogram.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh melonjaknya harga sapi hidup di tingkat peternak. Kondisi itu terjadi sejak pertengahan Juni 2026 dan salah satu pemicu utamanya adalah meningkatnya biaya operasional peternak, terutama harga pakan ternak.

“Kalau harga daging di Malang ini ada kenaikan. Biasanya Rp 125 ribu, sekarang naik menjadi Rp 148 ribu. Setelah dianalisa dan dicek, kenaikan itu disebabkan salah satunya karena harga pakan untuk ternak sapi meningkat,” ujar Eko, Sabtu (25/07/2026) tadi.

Dikatakannya, kenaikan harga pakan membuat biaya produksi peternak meningkat. Dampaknya, harga sapi hidup yang harus ditebus Rumah Potong Hewan (RPH) juga ikut naik, sehingga berpengaruh terhadap harga jual daging di pasar.

Advertisement

“Faktor utama peternak kalau kita lihat rantainya sampai bisa menjual adalah biaya produksi. Salah satunya harga pakan ternak tadi. Itu yang menyebabkan kenaikan harga daging sapi,” katanya.

Baca juga :

Untuk menjaga stabilitas harga, Diskopindag akan melakukan pemantauan lebih lanjut di lapangan melalui pasar-pasar yang masuk dalam program SP2KP. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada pemerintah pusat agar mendapatkan intervensi.

“Stabilisasi harga nanti kita cek dulu di lapangan. Pastinya karena kenaikan harga sapi ini akan segera kita laporkan, terutama di pasar-pasar SP2KP. Nanti kita laporkan ke pusat, semoga ada intervensi untuk harga sapi ini,” tuturnya.

Eko berharap, intervensi dapat dilakukan melalui pengendalian harga pakan maupun penambahan suplai sapi hidup di Kota Malang. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan para pedagang sapi untuk memastikan ketersediaan pasokan.

Advertisement

“Penyebab utamanya adalah harga pakan ternak. Kalau bisa diintervensi, tentu akan membantu. Kemudian suplai sapi hidup di Malang mungkin bisa ditambah, nanti para pedagang sapi akan kita ajak koordinasi,” tambahnya.

Saat disinggung kenaikan harga daging sapi berpotensi menjadi salah satu pemicu inflasi, Eko menuturkan, bahwa pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. “Salah satunya pasti menjadi pemicu inflasi. Tapi upaya pemerintah daerah adalah menghidupkan pertumbuhan ekonomi agar ekonomi mikro berjalan lancar dan pendapatan per kapita masyarakat meningkat,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas