Mojokerto

Perwakilan Poktan dan Gapoktan Kabupaten Mojokerto Ikuti Seminar MPR RI

Diterbitkan

-

gapoktan tlgg

Memontum Mojokerto—Sebanyak 150 orang perwakilan kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapokton) mengikuti seminar yang digelar anggota MPR RI H Guntur Sasono Msi di RM Krisna Pacet Mojokerto, Kamis (2/11/2017). Seminar ini sebagai rangkaian kegiatan dari kunjungan anggota MPR ke daerah.

 

Para peserta merupakan perwakilan poktan/gapoktan dari Kecamatan Gondang, Trawas, Pacet  dan Jatirejo yang telah mendapatkan program bantuan alsintan dari komisi IV DPR RI. Selain itu, seminar  juga dihadiri oleh perwakilan petugas penyuluh dan Anggota LMDH.

 

Advertisement

Koordinator Lapangan Kabupaten Mojokerto, Abdul Wakid, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Drs H Guntur Sasono, Msi, anggota MPR RI. Kegiatan seminar MPR RI bisa digunakan bagi kelompok tani yang telah mendapatkan program bantuan Alsintan dari Komisi IV. Sehingga dalam kegiatan tersebut bisa bertatap langsung dan bersilahturahmi dengan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat yang telah memperjuangkan aspirasinya untuk mendapatkan bantuan program tersebut.

 

“Bagi kami sebagai anggota kelompok tani, bisa bertemu langsung dan bertatap muka dengan anggota MPR RI merupakan suatu kehormatan. Ini kan menjadi motivasi bagi kami dalam menjalan kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya. Anggota MPR RI, Drs H. Guntur Sasono Msi, menyampaikan terima kasih atas sambutan peserta yang hadir pada saat itu dan berpesan kepada gapoktan yang telah mendapatkan bantuan alsintan, diharapkan untuk memelihara bantuan tersebut.

 

Advertisement

Sebab semuanya demi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung tujuan nasional yaitu terciptanya swasembada pangan. Tujuan dilaksanakan kegiatan seminar untuk menanamkan nilai nilai terkandung dalam 4 pilar ke semua lapisan masyarakat yang di dalamnya Pancasila, UUD`45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

 

“Empat pilar yang di dalamnya terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, UUD`45 sebagai kontitusi negara,NKRI sebagai bentuk negara dan bhineka tunggal ika sebagai semboyan Negara,harus tetap di jaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.

 

Advertisement

Diharapkan kedepan bangsa indonesia akan lebih tegak dan kokoh dalam menuju cita cita proklamasi. Sehingga dalam kehidupan seperti saat ini yang di rasakan nilai nilai luhur kegotong royongan mulai memudar,nilai nilai tata krama dan budi pekerti mulai tergerus oleh zaman bisa diperbaiki. (zul/yan)

 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas