Kota Malang

Mengusung Ke-Budi Utama-an, IBU Tempa Insan Go Internasional

Diterbitkan

-

Mengusung Ke-Budi Utama-an, IBU Tempa Insan Go Internasional

Memontum Kota Malang – IKIP Budi Utomo (IBU), mengukuhkan diri sebagai universitas unggulan yang siap berkompetisi di era revolusi industri 4.0 menuju kampus internasional. Di sisi kompetitif dan komparatif, berbagai upaya telah dilakukan IBU mewujudkan kampus internasional. Dimulai dari berbagai torehan prestasi, apresiasi, dan posisi unggulan di tingkat nasional yang berkelindan sebagai pondasi menuju kampus bertaraf internasional.

Kampus yang berdiri sejak 20 Mei 1984 ini telah melahirkan ribuan sosok tangguh dan mampu diperhitungkan di level nasional. Salah satunya, dengan 5 fakultas yang ada di IBU, di antaranya Fakultas Pendidikan, Eksakta, dan Keolahragaan; Fakultas Ilmu Sosial-Humaniora; Fakultas Teknologi dan Informasi; Fakultas Teknik; dan Fakultas MIPA, 16 lulusan IBU berhasil mengisi kuota 31 PNS pada 2018 dari formasi keilmuan yang ada. “Artinya, lulusan IBU berhasil berkompetisi dan menguasai lebih dari 50 persen persaingan,” ungkap Rektor IBU Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si.

Ahmad Bustomi dan Arif Suyono (jas almamater biru), kini menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). (rhd)

Ahmad Bustomi dan Arif Suyono (jas almamater biru), kini menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). (rhd)

Perlu diketahui, sebagian besar mahasiswa IBU berasal dari wilayah Indonesia Timur, dimana mahasiswa dari kawasan ini seringkali dicap sebagai pembuat onar, lantaran sering terlibat konflik dengan masyarakat setempat. Namun, mahasiswa IBU berbeda. Melalui embrio ke-Budi Utama-an, lanjut Nurcholis, IBU mampu mengubah pribadi individu dan liberal menjadi Pancasilais.

“Coba sebutkan, apa pernah mahasiswa IBU terlibat konflik dengan masyarakat sekitar? Sangat minim dan hampir dikategorikan tidak ada. Ini karena ke-Budi Utama-an sudah terpatri dalam diri mereka. Revolusi semacam ini melahirkan output berkualitas yang kekinian, dan mampu diterima dan menyatu dengan lingkungan sebagai sosok Pancasilais. Kepribadian semacam ini yang mampu menjadikan manusia unggul, bahkan diterima dunia internasional,” tegas Nurcholis.

Diterimanya mahasiswa IBU di dunia internasional, salah satunya ditandai dengan tujuh mahasiswa IBU yang berangkat magang di sebuah lembaga ke-Islam-an di Thailand, Jumat (25/1/2019). Mereka merupakan mahasiswa pilihan dengan bekal keilmuan Al Quran dan mahir bahasa Inggris. Selain mengajar, mereka bersosialisasi dan bertukar budaya antar dua negara. “Kalian adalah duta bangsa, duta IKIP Budi Utomo. Jaga nama baik bangsa dan jaga nama baik IKIP Budi Utomo,” pesan Nurcholis saat pemberangkatan.

Advertisement

 

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas