Jember

Atap Teras Reot, Pihak Sekolah Pilih Bongkar Demi Keselamatan

Diterbitkan

-

Atap teras SDNU Karang Rejo 03, yang mengalami reot, Mebeler Rusak dan Tembok.

Memontum Jember—Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU) Karang Rejo 03 Kecamatan Gumukmas, jember atap teras mengalami lapuk. Karena khawatir membahayakan Siswa-siswi, Pihak sekolah bongkar paksa atap tersebut.

“Atap teras depan kelas 1 sampai kelas 5 kemarin sempat reot dan lapuk ahirnya pada sabtu kemarin kami terpaksa membongkar sendiri karena membahayakan anak didik yang sedang belajar” kata Wakil Kepala Sekolah SDNU Karang Rejo 03 Siti Mulazimatul Khoiriyah, S. Pd, Jum,at pagi (15/12/2017).


Menurut Khoiriyah, keadaan sekolah SDNU Karang Rejo 03 memang kurang layak. Selain atapnya sudah rapuh, tetapi bila hujan juga kelasnya mengalami banjir.

“Bila hujan di pagi hari deras, aktifitas belajar mengajar terpaksa berhenti. Karena ruang kelas mengalami kebanjiran, akibat atap kelas yang bocor. Bila hujannya kecil, kami hanya cukup dengan mengepel lantainya,” jelas Khoiriyah.

Dikatakannya, jumlah semua murid dari kelas satu sampai kelas enam ada sekitar 127 siswa. Tiap kelas berisi murid sekitar 20an anak.

Advertisement


“Sekolah kami juga dindingnya kelas 1, 2 dan 4 juga melepuh, bangku siswa dan kursi juga banyak yang berlubang. Kasihan anak-anak, kurang nyaman mereka belajar,” terang Khoiriyah keluhnya.

Khoiriyah menjelaskan, jika pihak sekolah sudah mengajukan proposal sebanyak 15 kali ke pihak UPT. Pendidikan Gumukmas. Namun sampai saat ini belum ada yang di realisasi.

“Melalui pihak luar, yakni Anggota Dprd dan Pertamina juga telah kami ajukan proposal. Tetapi masih belum terealisasi juga,” jelasnya.

Sementara salah satu guru agama Mahmud menuturkan kami ketahui atap teras sekolah sore kemarin, sehingga kami terus melakukan musyawarah dengan kepala sekolah dan dewan guru. Akhirnya kami sepakat, mengambil keputusan agar membongkar atap teras sekolah.

“Takut jatuh menimpa siswa-siswi atapnya, sehingga sekolah meminta untuk menurunkan atap yang sudah reot itu. Karena sangat membahayakan, bagi anak-anak,” tuturnya.

Advertisement

Mahmud mengatakan, ambruknya atap kelas kemungkinan dari kayu yang sudah mulai rapuh. Ditambah musim hujan yang mengakibatkan genteng basah, dan saat itu tidak ada angin.

“Pembangunan atap teras sekolah itu sekitar tahun 1989, jadi sudah sangat lama dan memang perlu segera ada perbaikan atau campur tangan pemangku kebijakan,” ujarnya. (Lum/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas