Connect with us

Kediri

Banteng Night Run Jadikan Embrio Sport Tourism di Kabupaten Kediri dan Angkat UMKM

Diterbitkan

||

Banteng Night Run Jadikan Embrio Sport Tourism di Kabupaten Kediri dan Angkat UMKM

Memontum Kediri – Meski jalanan menjadi basah usai diguyur hujan, namun ratusan pelari tetap semangat mengikuti perlombaan lari malam hari dalam gelaran Banteng Night Run, yang dimulai dari garis start di seputaran Monumen Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Sabtu (26/11/2022) malam. Perlombaan lari ini, sebagai bagian rangkaian acara Banteng Ride and Night Run 2022, yang digelar dalam rangka HUT Ke-49 PDI-Perjuangan.

Kabupaten Kediri sendiri, menjadi kabupaten terakhir setelah sebelumnya event ini digelar di Jakarta, Minahasa Utara dan Manado serta Medan. Banteng Night Run di Bumi Panjalu tersebut, diberangkatkan Sekjen PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi dan Wakil Ketua Panitia HUT Ke-49 PDI-Perjuangan, Pulung Agustanto tersebut diikuti 400 peserta.

Dalam kesempatan itu, Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa giat ini mengusung semangat Mens Sana In Corpore Sano (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Melalui Banteng Night Run, diharapkan mampu menggelorakan semangat generasi muda untuk berkomitmen membangun hidup sehat, sehingga bisa berdedikasi bagi bangsa dan negara.

“Bayangkan kalau seluruh kota-kota besar, kabupaten-kabupaten besar, memiliki acara rutin night run. Maka, akan muncul generasi muda yang betul-betul sehat,” katanya.

Peserta lari yang terbagi dalam dua kategori untuk jarak 5 dan 10 kilometer, baik untuk putra maupun putri tersebut, tidak hanya berasal dari Kabupaten Kediri. Para peserta juga banyak datang dari kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Baca juga:

Ihwan Mulyono, seorang peserta yang datang dari Sidoarjo, mengaku senang mengikuti perlombaan tersebut. Pelari yang masuk paling depan di garis finish pada kategori jarak 10 kilometer itu menilai kondisi cuaca yang mendukung menjadikan pelari dapat memaksimalkan performanya.

“Jadi, latihan yang kita lakukan bisa diaplikasikan di sini secara maksimal. Kebetulan, saya dapat nomor satu di jarak 10 kilometer,” ucap Ihwan yang juga anggota dari Yon Arhanud 8 Sidoarjo tersebut.

Sementara itu, kegiatan perlombaan lari ini pun memberikan multi efek bagi Kabupaten Kediri. Terlihat dari pengaruhnya terhadap pedagang dan pelaku UMKM di sekitar Simpang Lima Gumul, yang merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.

Hal itu pun, sesuai dengan harapan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Mas Dhito-sapaan akrabnya, berharap pelaksanaan Banteng Night Run, bisa menjadi embrio sport tourism dimana nantinya dapat digelar kegiatan sejenis di pusat-pusat dan ikon Kabupaten Kediri.

“Night Run ini tidak hanya sekadar berlari semata, kegiatan semacam ini juga merupakan salah satu contoh embrio Sport Tourism,” sebutnya.

Wakil Ketua Panitia HUT Ke-49 PDI Perjuangan, Pulung Agustanto, mengamini hal itu. Pihaknya bahkan mengaku, berkeinginan ke depan untuk menggelar event di Kabupaten Kediri, dengan konsep berbeda dimana ada pelibatan masyarakat seperti pelaku kesenian.

“Saya ingin nantinya bisa jadi event tidak hanya nasional tapi juga internasional karena saya akan libatkan atlet luar negeri,” tuturnya.

Dengan event yang digelar tersebut, menurut Pulung, sekaligus menjadi momentum untuk lebih mengenalkan Kabupaten Kediri ke tingkat nasional bahkan internasional. Disamping itu, melalui kegiatan yang diadakan dia berharap dapat lebih mengenalkan lebih dekat PDI Perjuangan kepada kalangan millenial. (kom/pan/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *