Kabar Desa
Bentuk Karakter Tangguh dan Tegar, Fatayat NU Kota Batu Beri Self Healing

Memontum Kota Batu – Fatayat NU Kota Batu melalui Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) memberikan self healing kepada fatayat seluruh Kota Batu, Minggu (26/03/2023) tadi. Ini dilakukan, agar kaum perempuan memahami diri sendiri dan mampu menghadapi persoalan-persoalan yang dihadapi.
Ketua Fatayat NU Kota Batu, Susio Tresnawati, mengatakan bahwa kegiatan self healing yang dilaksanakan tersebut diikuti oleh fatayat seluruh Kota Batu. Dengan tujuan, bagaimana para wanita ini memahami diri sendiri.
“Yang jelas, hasil akhir dari kegiatan self healing ini, yaitu bagaimana wanita bisa memahami diri sendiri. Karena, banyak sekali persoalan yang dihadapi kaum perempuan,” terangnya, saat berada di TPQ Al Muhtady Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu.
Kalau didefinisikan, ujarnya, self healing adalah sebuah proses untuk penyembuhan luka batin yang mengganggu emosi. Dimana, sebagian orang tentunya mengalami masalah dan lelah secara emosional.
Baca juga:
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Bapenda Kota Malang Pastikan PKB Tak Naik, Realisasi Opsen Sudah Capai 39,3 Persen
- SPPG di Kota Malang Hentikan Sementara Layanan MBG, Koordinator SPPI Sebut Terkendala Pencairan
- Rotasi Jabatan, Bupati Pasuruan Lantik 80 Pejabat Eselon II, III dan IV
- Hari Pertama SPMB Jalur Domisili, Posko Disdukbud Diserbu Wali Murid
Luka batin ini, paparnya, bisa terjadi dalam waktu yang lama dan berdampak pada kegiatan sehari-hari. Ada beberapa faktor yang membuat luka batin dan mengganggu emosi. Kelelahan emosional, ini bisa disebabkan karena cemas, perasaan sedih ditinggalkan orang tua, merasa gagal untuk mencapai sesuatu, dan masalah lainnya di masa lalu.
“Melalui self healing atau penyembuhan diri sendiri, kita berikan motivasi untuk mampu mengatasi persoalan itu dan kembali sukses,” ujarnya.
Diharapkan, ketika berhasil menjalani self healing seperti ini, bisa menjadi pribadi yang lebih tegar dalam menghadapi kesulitan apalagi kegagalan dan trauma masalah. “Dengan self healing ini, kami ingin menjadikan fatayat lebih berdaya dan mampu menyelesaikan masalah dengan dirinya sendiri,” imbuhnya. (put/gie)
















