Kabar Desa
Bentuk Karakter Tangguh dan Tegar, Fatayat NU Kota Batu Beri Self Healing

Memontum Kota Batu – Fatayat NU Kota Batu melalui Lembaga Konsultasi untuk Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) memberikan self healing kepada fatayat seluruh Kota Batu, Minggu (26/03/2023) tadi. Ini dilakukan, agar kaum perempuan memahami diri sendiri dan mampu menghadapi persoalan-persoalan yang dihadapi.
Ketua Fatayat NU Kota Batu, Susio Tresnawati, mengatakan bahwa kegiatan self healing yang dilaksanakan tersebut diikuti oleh fatayat seluruh Kota Batu. Dengan tujuan, bagaimana para wanita ini memahami diri sendiri.
“Yang jelas, hasil akhir dari kegiatan self healing ini, yaitu bagaimana wanita bisa memahami diri sendiri. Karena, banyak sekali persoalan yang dihadapi kaum perempuan,” terangnya, saat berada di TPQ Al Muhtady Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu.
Kalau didefinisikan, ujarnya, self healing adalah sebuah proses untuk penyembuhan luka batin yang mengganggu emosi. Dimana, sebagian orang tentunya mengalami masalah dan lelah secara emosional.
Baca juga:
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
Luka batin ini, paparnya, bisa terjadi dalam waktu yang lama dan berdampak pada kegiatan sehari-hari. Ada beberapa faktor yang membuat luka batin dan mengganggu emosi. Kelelahan emosional, ini bisa disebabkan karena cemas, perasaan sedih ditinggalkan orang tua, merasa gagal untuk mencapai sesuatu, dan masalah lainnya di masa lalu.
“Melalui self healing atau penyembuhan diri sendiri, kita berikan motivasi untuk mampu mengatasi persoalan itu dan kembali sukses,” ujarnya.
Diharapkan, ketika berhasil menjalani self healing seperti ini, bisa menjadi pribadi yang lebih tegar dalam menghadapi kesulitan apalagi kegagalan dan trauma masalah. “Dengan self healing ini, kami ingin menjadikan fatayat lebih berdaya dan mampu menyelesaikan masalah dengan dirinya sendiri,” imbuhnya. (put/gie)
















