Kota Malang

Buka Peringatan Hari Guru Nasional, Gubernur Jatim Beri Apresiasi Prestasi Guru

Diterbitkan

-

SAMBUTAN: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan sambutan. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membuka kegiatan puncak peringatan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur, di Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (23/11/2023) tadi. Pada kegiatan tersebut, turut hadir Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, beberapa Pj Wali Kota di Jawa Timur dan para komponen lembaga pendidikan mulai guru hingga kepala sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur.

“Meskipun Hari Guru sebenarnya jatuh pada 25 November, peringatan di Jawa Timur dilakukan lebih awal pada 23 November. Kita membersatukan diantara komponen lembaga pendidikan baik jenjang maupun jenisnya. Meskipun yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah SMA, SMK dan SLB,” kata Gubernur Jatim.

Dalam kegiatan itu, pihaknya menggarisbawahi pentingnya long life education (pendidikan sepanjang hayat,red) yang mencakup segala usia, dari buaian hingga liang lahat. Tidak hanya itu, dirinya juga menekankan perlunya memberikan ruang merdeka belajar agar dapat diimplementasikan semaksimal mungkin di seluruh jenjang pendidikan.

“Dalam peringatan Hari Guru kali ini, fokusnya adalah bagaimana tetap memberikan ruang merdeka belajar yang bisa diimplementasikan semaksimal mungkin di seluruh jenjang pendidikan. Bagi Pemprov ikhtiar yang dilakukan sudah tersupport luar biasa oleh semua guru,” ujarnya.

Advertisement

Kemudian, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada para guru atas kerja keras yang telah menghasilkan prestasi luar biasa. Terlebih, dalam empat tahun terakhir, siswa SMA, SMK dan SLB dari Jawa Timur menjadi yang terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia, baik melalui jalur tes reguler maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) di perguruan tinggi.

Baca juga :

“Ini kerja serius dari berbagai elemen pendukung terutama guru, kepala sekolah dan orang tua, serta siswa didik. Begitu juga dalam tiga tahun terakhir, untuk kursus Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) dan sektor IT, guru-guru dari Jatim terbanyak pendaftarnya. Artinya semangat guru-guru di sektor IT luar biasa,” tambahnya.

Selain itu, juga ada beberapa prestasi yang didapatkan oleh Jawa Timur, seperti penghargaan Ki Hajar dari Kementerian Pendidikan dan kemenangan di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional. Dikatakan jika, hal itu menunjukkan kerja keras semua pihak di dunia pendidikan.

Advertisement

“Mudah-mudahan ini bisa terus kita jaga. Harapan kita Hari Guru tidak hanya menjadi bagian dari penghormatan kita pada para guru, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas, siap menghadapi tantangan yang dinamis di dalam maupun di luar negeri,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, berharap melalui peringatan tersebut Jawa Timur tetap menjadi pioner pendidikan Nasional dan tetap menjadi kawasan pendidik serta pendidikan yang terbaik di Indonesia.

“Tentu apa yang sudah Ibu Gubernur Khofifah berikan kepada kami akan terus kami perjuangkan untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Jawa Timur. Dengan segala hormat, kami ucapkan terimakasih atas peran serta Bu Gubernur yang juga selalu peduli kepada kami,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Pj Wali Kota Batu itu. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Lewat ke baris perkakas