Kabupaten Malang

Bupati Malang Pimpin Program Sambang Desa Gotong Royong di Kecamatan Gondanglegi

Diterbitkan

-

SAMDESGOTRO: Salah satu momen Bupati Malang dalam pelaksanaan Samdesgotro. (pemkab for memontum)

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi istri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi, memimpin pelaksanaan Sambang Desa Gotong Royong (Samdesgotro) Membangun Desa di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (30/06/2025) tadi.

Dalam pelaksanaan itu, Bupati Sanusi mengawali kegiatan dengan membuka acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Gondanglegi. Gelaran itu, dihadiri jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat dan Forkopimcam Gondanglegi.

Diketahui, bahwa Kecamatan Gondanglegi merupakan salah satu wilayah yang sangat potensial di Kabupaten Malang. Dengan kekayaan alam yang luar biasa, masyarakat yang religius dan dinamis, serta semangat gotong royong yang masih sangat kuat. Sehingga, tidak salah jika Kecamatan Gondanglegi menjadi contoh nyata kekuatan desa sebagai pilar pembangunan daerah.

Dalam kesempatan ini, Bupati Malang dan rombongan juga mengunjungi beberapa titik potensi dan kegiatan produktif masyarakat. Seperti peternakan kambing, sentra budidaya jamur dan ikan nila, pengrajin genteng dan bata, serta Koperasi Merah Putih.

Advertisement

Kunjungan ini, bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memberi dukungan nyata kepada para pelaku usaha rakyat dan UMKM yang telah berperan besar dalam menggerakkan roda perekonomian desa. “Tadi kita juga mengunjungi tempat panen jamur, dalam 1 hari sekitar 20 kg dengan harga jual Rp 14.000, omset sebesar Rp 280 ribu perhari atau Rp 8,400 juta perbulan. Sedangkan kolam ikan tadi, kurang lebih 5.000 M2 dengan kapasitas bibit maksimal 30 ribu ekor ikan nila. Dalam kurun waktu 4 bulan, panen ikan nila kurang lebih 2 ton dengan harga jual Rp 22 ribu perkg (ikan hidup atau basah), omset penjualan sebesar Rp 44 juta. Selain tempat pembibitan, kolam tersebut digunakan juga sebagai tempat pemancingan,” ujar Bupati Malang.

Bupati Malang juga meninjau langsung Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Putukrejo. Dalam sistem ini, sampah yang dikumpulkan dari masyarakat dipilah secara selektif. Sampah plastik yang terpilah kemudian diolah menggunakan alat destilator khusus yang mampu mengubah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif, seperti minyak tanah, solar, dan bensin sejenis pertalite.

Baca juga :

Bupati Malang juga menyaksikan secara langsung prosesi inovasi tersebut. Demonstrasi secara langsung terkait proses penyulingan plastik menjadi bahan bakar minyak di TPS Terpadu tersebut.

Advertisement

HM Sanusi juga menyampaikan, bahwa dalam konteks desa, pengembangan ekonomi sirkular menjadi sangat strategis sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan perekonomian lokal berbasis sumber daya alam yang ada. Dijelaskannya, bahwa Desa Putukrejo telah menunjukkan bagaimana pengelolaan sampah terpadu dan inovatif dapat menjadi sumber pendapatan baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ini juga sejalan dengan agenda nasional, yang menempatkan ekonomi sirkular sebagai bagian dari pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Selain itu, Bupati Malang juga mengunjungi tempat penggilingan padi milik warga yang menjadi bagian penting dari sistem ketahanan pangan dan kebersihan lingkungan di tingkat desa. Setiap inisiatif lokal yang dikelola dengan semangat mandiri dan gotong royong ini adalah bagian dari pembangunan Kabupaten Malang yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dari sektor pariwisata misalnya, kita patut berbangga karena Kecamatan Gondanglegi memiliki dua destinasi unggulan yang sudah dikenal luas seperti Wisata Air Sumber Maron dan Sumber Sira. Kedua sumber mata air alami ini bukan hanya menyajikan keindahan dan kesejukan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” jelas Bupati Malang.

Tidak kalah penting, pada sektor pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas tebu, juga telah lama menjadi andalan perekonomian masyarakat di wilayah ini. “Ke depan, potensi ini perlu kita dorong dengan melahirkan inovasi, akses pasar yang lebih luas. Serta sinergi antara petani, pemerintah dan pelaku usaha, agar mampu memberikan nilai tambah yang maksimal,” imbuhnya.

Advertisement

Melalui program Sambang Desa ini, pihaknya ingin mendengar langsung suara rakyat, memahami kebutuhan riil di lapangan dan mencari solusi bersama. “Mari kita jadikan Gondanglegi sebagai contoh wilayah yang mandiri, religius, produktif dan berdaya saing. Tentunya tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang kita warisi,” ujar Bupati Malang. (pro/mlg/gie)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas