Pemerintahan

Bupati Trenggalek Launching Festival Gagasan Lan Aksi Tahun 2025

Diterbitkan

-

LAUNCHING: Bupati Arifin saat Launching Festival Galaksi 2025 di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melaunching Festival Gagasan Lan Aksi (Galaksi) tahun 2025. Festival Galaksi ini, merupakan cara dan upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengajak partisipasi masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan Kabupaten Trenggalek.

Berbeda dengan festival gagasan yang digelar Pemkab sebelumnya, Festival Galaksi ini dipastikan lebih kontributif karena disiapkan hadiah bagi pemenang untuk mengeksekusi gagasannya. “Terkait Festival Galaksi, sekarang kita sama-sama tahu harus mendukung program strategis pemerintah nasional. Akan perlu banyak penyesuaian, maka itu kita harus memanfaatkan sumberdaya,” kata Bupati Arifin, Jumat (24/01/2025) tadi.

Dikatakannya, dalam festival ini hal yang paling besar adalah partisipasi masyarakat. “Makanya hal-hal yang sifatnya mendukung ekonomi, kemudian mendukung cita-cita Net Zero Carbon melibatkan partisipasi masyarakat. Bedanya adalah, kalau dulu sifatnya seperti Musrenbang nya anak muda. Jadi anak muda yang tidak sempat ke balai desa, tidak sempat ke kantor kecamatan dan tidak sempat usul, kita sediakan festival gagasan waktu itu,” ujarnya.

Tetapi kemudian, sambungnya, tidak semua gagasan bisa dieksekusi dan tidak semua gagasan yang mereka berikan, mereka bisa ikut memonitor. Bedanya untuk Festival Galaksi ini akan dipastikan ownership nya nanti yang menjadi pemilik gagasan. Jadi, apabila nanti OPD atau desa mau mengeksekusi, ketua project nya adalah si pemilik gagasan itu sendiri sehingga betul-betul akan diapresiasi kerja keras dari masyarakat.

Advertisement

Baca juga :

Termasuk juga bagi pemilik komunitas yang bergerak di bidang-bidang sesuai tema. Kalau dulu gagasannya adalah gagasan-gagasan yang berdasarkan pengetahuan, namun sekarang gagasannya berdasarkan pengalaman dan sudah melakukan inisiasi itu.

“Seperti mengelola sampah, mengelola wisata atau apa. Itu akan lebih kita apresiasi. Jadi hadiahnya kita anggarkan total Rp 1,5 miliar. Tapi hadiahnya bukan diberikan kepada si pemilik gagasan dalam arti untuk dinikmati. Tetapi kita berikan kepada pemilik gagasan untuk dieksekusi sesuai apa gagasannya,” jelas Mas Ipin-sapaan akrabnya.

Suami Novita Hardiny ini mencontohkan, gagasan kawasan seperti Urban Forest World. Bagaimana menggagas ekonomi kehutanan akan tetapi tidak menebang hutannya, justru menambah tutupan lahan dengan Urban Forest World. Ini nantinya akan dieksekusi disana dengan menggunakan dana itu.

“Sedangkan uang yang bisa dinikmati pemenang mungkin hanya uang pembinaan, sekitar Rp 2,5 atau 5 juta untuk mengapresiasi mereka yang sudah berpartisipasi. Tetapi yang lebih besar nilainya mungkin Rp 200 juta atau 150 juta itu digunakan untuk mengeksekusi gagasannya,” tambahnya. (mil/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas