Connect with us

Pemerintahan

Bupati Trenggalek Upgrade Skill Publik Speaking untuk Tingkatan Top Leader

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek Upgrade Skill Publik Speaking untuk Tingkatan Top Leader
WORKSHOP: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat workshop skill upgrade in publik. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memberikan bekal jajarannya di tataran top leader ilmu komunikasi yang baik (skill publik speaking). Dengan modal tersebut, diharapkan seluruh jajarannya mampu membangun komunikasi yang efektif. Termasuk, tentunya mampu menjadi pemecah masalah (problem solver) yang baik dengan cara mengedepankan komunikasi, sehingga pembangunan dapat dijalankan sesuai dengan harapan.

Dalam workshop skill upgrade in public speaking for excellent leaders, Mas Ipin-sapaan akrabnya menyampaikan bahwa komunikasi itu berbeda dengan berbicara biasa. “Kadang informasi itu bisa tersampaikan tanpa dengan ngomong. Paling menyedihkan, ngomong berkali-kali namun pesannya tidak sampai,” ujar Bupati Trenggalek, Minggu (27/11/2022) siang.

Menyampaikan cara komunikasi beberapa tokoh nasional, bupati muda ini ingin mencontohkan ada banyak style komunikasi. Seperti gaya Pak Ahok, yang ceplas ceplos tapi terbuka. Berbeda dengan Wali Kota Solo, yang tidak banyak bicara, namun perintahnya diwujudkan dengan cara yang berbeda.

“Seperti yang pernah dilakukan Gibran pada awal-awal menjabat, menyuruh sopir memarkirkan kendaraan di areal jalan rusak berhari-hari. Tidak dipindah sebelum jalan diperbaiki,” imbuhnya.

Mencontoh gaya komunikasi beberapa tokoh nasional itu, Mas Ipin berharap, jajarannya bisa memahami bagaimana berkomunikasi yang baik. Tidak harus pandai berbicara, namun esensi komunikasi, itu bagaimana pesan yang disampaikan terkirim dengan baik dan dapat diterima baik juga oleh orang yang dituju.

Baca juga:

Komunikasi ini penting, paparnya, untuk utamanya mereka yang ada di dalam jajaran top leader di Pemerintahan Trenggalek. Karena, semua membawa misi dan tugas masing-masing.

“Yang terpenting itu, bagaimana penugasan-penugasan ini bisa tersampaikan dengan baik kepada semua stakeholder yang ada,” kata Bupati Arifin.

Dirinya menginginkan, semuanya bisa membangun komunikasi yang efektif dengan lintas pihak. Sehingga, pembangunan berjalan lancar. “Tidak ada yang kemudian membangun apa ditolak. Padahal, ini untuk kepentingan masyarakat dengan satu atau dua alasan,” sambungnya.

Pada jajaran top leader di pemerintahannya, bupati muda itu ingin mereka bisa menjadi problem solver yang baik dengan cara mengedepankan komunikasi.

Sementara itu, Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto, menambahkan organisasi esensinya adalah komunikasi. Dan komunikasi, ini mudah namun sulit untuk melaksanakannya. “Tentunya, tidak hanya sekedar komunikasi,” tuturnya.

Oleh karena itu, ungkapnya, untuk meningkatkan kapasitas di masing-masing jajaran kegiatan ini sangat penting digelar. Dengan publik speaking sebagai seni berkomunikasi, tentu akan menjadi bagian penting dalam menjalin kerjasama.

“Harapannya, dengan dibekali ilmu komunikasi yang baik, para pejabat ini akan mudah menyampaikan gagasan maupun pesan dan pendapatnya kepada orang yang membutuhkan. Utamanya, dalam menterjemahkan perintah pimpinan dapat mengkomunikasikan secara efektif,” papar Sekda Trenggalek. (mil/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *