Connect with us

Pemerintahan

Cara Bupati Sumenep dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mengenal Lebih Dekat Petani

Diterbitkan

||

Cara Bupati Sumenep dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mengenal Lebih Dekat Petani

Memontum Sumenep – Luasnya lahan pertanian yang mencapai ratusan ribu hektar di Kabupaten Sumenep, tentu menjadi potensi besar dalam menyerap lapangan kerja. Terbukti, hampir 65 persen jumlah angkatan kerja, bekerja di sektor pertanian.

Membaca besarnya peluang kerja di sektor pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), ternyata mampu menterjemahkan visi dan misi Bupati Sumenep. DKPP Sumenep setelah shearing bersama Aliansi Badan Ekselutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Sumenep, pun menggelar acara ‘Ngopi Bareng Petani’ bersama Forkopimda.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, berharap kepada semua pihak untuk kolaborasi dan sinergi dalam pencapaian program bidang pertanian. Sebab, Pemkab Sumenep butuh dukungan semua elemen termasuk peran pemuda dalam urusan pertanian.

“Kolaborasi antara petani dan pemerintah melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) perlu diintensifkan terus. Sehingga, ketika ada masalah pertanian bisa cepat dicarikan solusi penanganannya,” ungkap Bupati saat Ngopi Bareng Petani di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-batang, Sumenep.

Berdasarkan data base Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, luas lahan pertanian mencapai 168.673 hektar. Itu terdiri atas lahan sawah seluas 25.681 hektar dan luas tegalan seluas 117.341 hektar. “Sehingga, produk hasil pertanian menjadi andalan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terang Bupati.

Dikatakannya, produk komoditas hasil pertanian yang menjadi unggulan di Kabupaten Sumenep, diantaranya padi, jagung, cabai jamu, kelor, kelapa, bawang merah dan cabai rawit.

Baca juga :

Sementara Aliansi BEM Kabupaten Sumenep, menggelar sarasehan pertanian dikemas dengan Ngopi Bareng bersama petani, mengusung tema ‘Berdayakan petani, wujudkan pertanian modern dan maju guna mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep’.

Tentu saja, langkah Aliansi BEM diapresiasi oleh Pemkab Sumenep. Karena, selain menambah wawasan di bidang pertanian, juga ketika ada persoalan petani bisa teratasi dengan cepat. Seperti ketika terjadi kelangkaan pupuk dan lain-lain.

Bahkan, pihak DKPP Sumenep menyelenggarakan banyak kegiatan bersama petani dan stakeholder lainnya. Seperti yang dilakukan di Kecamatan Pasongsongan, Batuputih dan Kecamatan Ganding.

Kepala DKPP Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari peran Aliansi BEM Kabupaten Sumenep. Tidak hanya dalam sarasehan pertanian, namun bersama instansinya telah melakukan sosialisasi kepada petani di Kecamatan Pasongsongan, yang ikut serta dalam monitoring pupuk bersubsidi dan senantiasa ikut andil dalam upaya mengembangkan SDM khususnya para petani.

Koordinator Aliansi BEM se-Kabupaten Sumenep, Nur Hayat,.menyampaikan, kegiatan ‘ngopi bareng petani’ merupakan tindak lanjut dari yang selama ini telah dilakukan pihaknya. Salah satunya, mengawal persoalan pupuk beberapa waktu lalu. Lantaran ada miss komunikasi dan keluhan. “Kemudian, Pemkab Sumenep melalui DKPP Sumenep sekitar tiga hari sudah bisa menyelesaikan persoalan itu,” ujarnya. (dan/sit/adv)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.