Kota Malang
Cegah DBD, Kadinkes Provinsi Jatim Ingatkan Pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk

Memontum Kota Malang – Pemberantasan atau pencegahan untuk mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD), ditengah musim penghujan kini sangat perlu untuk dimasifkan. Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Dr Erwin Astha Triyono, mengimbau agar masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih.
“Agar terhindar dari DBD, kuncinya hanya satu, ayo bersama-sama kerja bakti. Karena perilaku 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) dalam pemberantasan sarang nyamuk itu menjadi isu penting,” jelas Erwin, Minggu (16/10/2022) tadi.
Lebih lanjut dikatakan, apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, agar segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Hal itu, sesuai dengan Surat Edaran kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus DBD.
Baca juga :
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
“Target kita yang penting satu, memberikan edukasi kepada masyarakat melakui tenaga medis, jangan sampai ketipu. Karena biasanya, fase DBD itu hari ketiga dan keempat panasnya turun, padahal ancamannya itu baru akan muncul,” katanya.
Terkait dengan total kasus DBD di Jawa Timur, hingga September lalu yaitu sebanyak 8.894 orang dengan total kematian 1 persen dari angka tersebut. Untuk kasus tertinggi, ada di bulan Januari, hal itu dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi. “Kalau di Jawa Timur, totalnya kurang lebih sekitar 8 ribu. Kalau trennya sudah mulai menurun terus, paling tinggi di Januari. Yang paling penting, digerakkan di masyarakat supaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” imbuhnya. (rsy/sit)
















