Kota Malang
Cegah DBD, Kadinkes Provinsi Jatim Ingatkan Pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk

Memontum Kota Malang – Pemberantasan atau pencegahan untuk mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD), ditengah musim penghujan kini sangat perlu untuk dimasifkan. Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Dr Erwin Astha Triyono, mengimbau agar masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih.
“Agar terhindar dari DBD, kuncinya hanya satu, ayo bersama-sama kerja bakti. Karena perilaku 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) dalam pemberantasan sarang nyamuk itu menjadi isu penting,” jelas Erwin, Minggu (16/10/2022) tadi.
Lebih lanjut dikatakan, apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, agar segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Hal itu, sesuai dengan Surat Edaran kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus DBD.
Baca juga :
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
“Target kita yang penting satu, memberikan edukasi kepada masyarakat melakui tenaga medis, jangan sampai ketipu. Karena biasanya, fase DBD itu hari ketiga dan keempat panasnya turun, padahal ancamannya itu baru akan muncul,” katanya.
Terkait dengan total kasus DBD di Jawa Timur, hingga September lalu yaitu sebanyak 8.894 orang dengan total kematian 1 persen dari angka tersebut. Untuk kasus tertinggi, ada di bulan Januari, hal itu dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi. “Kalau di Jawa Timur, totalnya kurang lebih sekitar 8 ribu. Kalau trennya sudah mulai menurun terus, paling tinggi di Januari. Yang paling penting, digerakkan di masyarakat supaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” imbuhnya. (rsy/sit)
















