Jember
Dewan Kesenian Jember Gelar Sendratasik Jatayu Tiwikromo dan Jember Arts Fiesta

Memontum Jember– Untuk melestarikan berbagai jenis kesenian yang hidup dan berkembang di masyarakat Jember, Dewan Kesenian Jember (DKJ), menggelar gebyar Sendratasik Jatayu dan Jember Fiesta di Alun-alun, Jl PB Soedirman Jember, Jumat (8/12/2017).
Sebanyak 250 talent dari 15 kelompok seni yang meramaikan kegiatan bertema Jatayu Tiwikromo ini diantaranya Jatilan, Can Macanan Kadduk, Tak-butaan, Jaranan, Gamelan, Reog, tari, drum band dan lain-lain yang dipusatkan di Alun-alun kota Jember ini.

Ketua Dewan Kesenian Jember Eko Swargono dalam sambutannya menyatakan, “Jatayu Tiwikromo merupakan kolaborasi, kreativitas seni budaya, ikon Jember. Misalnya Jatilan, Can Macanan Kadduk, Tak-butaan, jaranan, gamelan dan sebagainya itu gambaran, wajah-wajah seni budaya Jember,” ungkapnya.
Eko swargono menambahkan, “Sebagai lumbung seni budaya, mencoba menginisiasi, ruang publik (alun-alun–red). Agar menjadi arena ekspresi pagelaran berbagai seni budaya dari berbagai macam kelas, etnis dan budaya bersatu padu menjadi seni, yang ekpresif, kolaboratif dan ekpresif,” Jelasnya.
”Kalau kita yakin kita punya filosofi Pancasila, Tiwikromo itu sebenarnya suatu penghayatan, menyatu padukan nilai-nilai Pancasila. Dari perspektif seni budaya, kalau sudah jadi satu, maka bentuk Tiwikromo itu Bhineka Tunggal Ika. Berbeda tapi tetap satu, kalau seperti itu, akan menjadi kekuatan besar,” jelasnya. Nilai yang terkandung dalam kegiatan ini adalah kesatupaduan seni dari berbagi etnis, kelas dan budaya yang dilandasi dengan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. “Kegiatan ini akan jadi agenda tahunan, untuk tahun depan temanya Dewa Ruci,” pungkasnya. (cw3/yan)
Mudah-mudahan dari pentas Gebyar Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Kolosal ini, nilai universalitas seni budaya di Jember ini akan terbangun. “Jatayu itu ’kan artinya sesosok manusia atau Garuda, dari bahasa klasik. Sedang Tiwikromo adalah sedang menghayati perenungan terhadap nilai-nilai kemulyaan,” katanya.










