Hukum & Kriminal
Dilaporkan Hilang, Pencari Madu Lebah Bondowoso Ditemukan Tak Bernyawa

Memontum Bondowoso – Untuk kesekian kalinya Gunung Piramid ‘makan’ korban. Adalah P Hotija alias Nisan (44), warga Desa Gadingsari, Kecamatan Binalal, yang menjadi korban dalam kejadian itu. Sebelumnya, korban yang awalnya pamit pada keluarganya untuk mencari madu lebah, ditemukan sudah tidak bernyawa.
Korban sendiri, berangkat dari rumahnya pada Jumat (05/11/2021) kemarin. Namun, hingga malam hari tidak kunjung pulang dan akhirnya pihak keluarga P Hotija, melapor ke Mapolsek Curahdami. Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, petugas bergerak melakukan pencarian.
Baca juga:
- Bupati Sanusi bersama Sekda Dampingi Pelaksanaan Pekan Islami di 33 Kecamatan di Kabupaten Malang
- Rakor Operasi Ketupat Semeru 2026, Masyarakat Lumajang Harus Rayakan Lebaran dengan Aman dan Nyaman
- Diduga Terkait Suap Proyek, Bupati dan Wabup Rejang Lebong serta 3 ASN Terjaring OTT KPK
Sabtu (06/11/2021), Tim Reaksi Cepat BPBD, TNI/Polri, serta pihak terkait lainnya langsung bergerak. Tim SRU (Search Rescue Unit) menyusuri jalan yang biasa dilalui korban ketika merumput atau mencari madu. Penyisiran membuahkan hasil setelah seharian dilakukan pencarian. Sekitar pukul 16.00, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal di lereng Ginung Piramid.
Salah satu warga yang ikut mencari bersama tim, Jamal (40), mengatakan, target utama adalah pohon besar yang menjadi sarang lebah. Untuk sampai ke tempat tersebut harus melalui lereng Gunung Piramid. “Betul saja, almarhum ditemukan terlentang dan hidung mengeluarkan darah di Pohon Sengon berdiameter 1,5 meter. Disebelah kiri korban terdapat sarang lebah madu,” jelasnya.
Sebetulnya korban sudah terbiasa keluar masuk Tempat Kejadian Perkara (TKP). Baik pada saat mencari rumput untuk pakan ternaknya maupun ketika mencari madu lebah hutan. Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Dadan Kurniawan, menjelaskan, setelah mendapat laporan orang hilang, timnya melakukan koordinasi dengan pihak lain dan langsung bergerak. “Namun pencariannya dilakukan keesokan harinya karena waktu sudah malam. Kita bersyukur menemukannya, walau sudah menjadi mayat,” kata mantan Sekretaris Diskoperindag ini. (sam/gie)
















