Kota Malang
Dorong Peran Ayah, Dinsos P3AP2KB Kota Malang Siap Luncurkan SE Ayah Teladan

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, menyambut positif Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tidak hanya itu, Kota Malang tengah menyiapkan gerakan serupa yang lebih luas bertajuk Ayah Teladan.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menyampaikan bahwa beberapa sekolah di Kota Malang telah menjalankan program yang mendukung keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Di antaranya ada tujuh Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), seperti SMPN 1, 3, 5, 10 dan 21, serta SMAN 7 dan 10.
“Di Kota Malang, kami akan meluncurkan gerakan Ayah Teladan. Lewat Surat Edaran (SE), kami mendorong agar saat pengambilan rapor, yang hadir adalah ayah. Ini bagian dari memperkuat peran ayah dalam pengasuhan,” ujar Donny, Rabu (16/07/2025) tadi.
Gerakan tersebut, dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap tingginya angka ketidakhadiran figur ayah atau fatherless. Merujuk data UNICEF 2021, 20,9 persen anak di Indonesia tidak memiliki figur ayah dan hanya 37,17 persen anak usia 0-5 tahun yang diasuh oleh kedua orang tua menurut BPS 2021.
“Di Indonesia, fatherless itu hampir 90 persen. Kalau di Kota Malang memang belum ada studi spesifik, tapi kasusnya ada. Indikatornya bisa dilihat dari keluarga cerai, di mana anak ikut ibu, atau ayah yang bekerja dari pagi hingga malam,” jelasnya.
Baca juga :
Ditambahkannya, bahwa ketidakhadiran figur ayah akan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan anak. Menurut Donny, anak nantinya akan mencari figur ayah di luar jika tidak mendapatkan di rumah. Sehingga, itu bisa berdampak pada pembentukan karakter dan perilaku.
“Absennya Ayah dalam pengasuhan anak itu sangat berdampak. Anak jadi tidak ada figur atau sosok seorang ayah. Sehingga dia pasti mencari kekosongan itu,” tambahnya.
Sehingga dalam hal ini Dinsos P3AP2KB Kota Malang pun gencar melakukan sosialisasi pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Termasuk lewat forum PKK, LPMK, hingga tingkat RT/RW. Sosialisasi itu nantinya juga dilakukan langsung ke sekolah-sekolah.
“Peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tapi juga mendidik anak, bermain bersama, hingga menjadi teman diskusi. Itu yang terus kami tekankan,” katanya.
Meskipun belum ada laporan khusus terkait kasus anak yang terdampak langsung oleh fatherless, Donny menyebut bahwa dalam laporan kekerasan rumah tangga (KDRT), relasi tersebut sering kali muncul.
“Sering kali ibu-ibu menjadikan ayah sebagai sosok pendisiplin. Kalau figur itu tidak ada, anak bisa kehilangan batasan perilaku. Itu yang jadi perhatian kami,” imbuh Donny. (rsy/sit)











