SEKITAR KITA
Dua Kecamatan di Tulungagung Berpotensi Bencana Tanah Longsor

Memontum Tulungagung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Hal ini disampaikan, karena potensi bencana alam masih mengancam daerah yang berada di dekat dataran tinggi yaitu tanah longsor. Bahkan, ada dua daerah di Kabupaten Tulungagung, yang sering terjadi musibah bencana itu.
“Pemetaan BPBD, untuk daerah yang rawan longsor ini ada dua daerah. Yakni, di Kecamatan Pagerwojo dan Kecamatan Sendang,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan BPBD Kabupaten Tulungagung, Nadlori Alwi, Senin (20/06/2022) tadi.
Untuk daerah lain, tambahnya, juga ada potensi serupa. Seperti di Kecamatan Kalidawir, Pucanglaban atau Kecamatan Tanggunggunung. Potensi itu, tidak lain karena tanah yang sangat labil, karena di daerah Pagerwojo dan Sendang, gunungya kebanyakan komposisinya tanah bukan bebatuan.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Penyebab sejumlah potensi itu, BPBD Tulungagung tidak menyangkal bahwa karena adanya pengalihan fungsi lahan. Di sana pun, tanaman juga menggunakan sistem tumpangsari, yaitu tanaman buah dan rumput gajah.
“Nah, rumput gajahnya itu yang membuat tanahnya subur dan gembur,” bebernya.
Alwi menyebutkan, terbaru adanya tanah longsor berada di Kecamatan Sendang, terjadi pada dini hari yakni di wilayah Desa Geger dan Nglurup. BPBD Tulungagung telah mengadakan koordinasi bersama pihak desa untuk giat kerja bakti warga sekitar ke lokasi kejadian bencana.
Selanjutnya, untuk Desa Geger karena volume bencananya tidak seberapa, sehingga masyarakat sekitar atau setempat, telah mengadakan kerja bakti bersama. “Sedangkan untuk Desa Nglurup, bencana longsor mengenai rumah warga yang pondasinya agak gantung,” imbuhnya. (jaz/sit)
















